Kasus Ilegal Logging, Pintu Masuk Polres TTU Dalami Kasus Dana Desa di Desa Oenaem

Kepala Desa Oenaem Bernadus tersebut dinilai tidak masuk akal karena pembangunan kantor desa tersebut sudah dianggarkan didalam APBDes.

Kasus Ilegal Logging, Pintu Masuk Polres TTU Dalami Kasus Dana Desa di Desa Oenaem
istimewa
Kondisi kayu saat sudah ditebang oleh para palaku di kawasan hutan lindung Bifemnasi Sonmahole, Jumat (3/1/2020). Area lampiran 

Kasus Ilegal Logging, Pintu Masuk Polres TTU Dalami Kasus Dana Desa di Desa Oenaem

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Kasat Reskrim Polres Timor Tengah Utara (TTU) AKP Tatang Prajitno Panjaitan menegaskan bahwa kasus ilegal logging yang menjerat Kepala Desa Oenaem, Bernadus Nesi nantinya akan dijadikan sebagai pintu masuk oleh penyidik untuk mendalami kasus penggunaan dana desa di desa tersebut.

Pasalnya, pihaknya mencurigai bahwa alasan tersangka kepala Desa Bernandus Nesi melakukan penebangan pohon tersebut adalah untuk membangun kantor Desa Oenaem.

Menurut Tatang, alasan Kepala Desa Oenaem Bernadus tersebut dinilai tidak masuk akal karena pembangunan kantor desa tersebut sudah dianggarkan didalam APBDes.

Karena alokasi dana untuk pembangunan kantor desa telah telah dianggarkan melalui APBDes 2019, sehingga pihaknya menduga besar kemungkinan bahwa oknum kepala desa tersebut terlibat tindak pidana korupsi.

"Nanti kami dalami lagi dengan dasar kita amankan ilegal logging ini, nanti kami dalami lagi terkait masalah penggunaan dana desa untuk pembangunan kantor desa itu," tegasnya.

Tatang menambahkan, kasus ilegal logging tersebut juga nantinya akan dijadikan sebagai pintu masuk dari penyidik untuk mendalami terkait dengan penggunaan dana desa di desa tersebut.

"Kita curiganya juga seperti itu. Diambil lah kayu ilegal, supaya bisa membuat pertanggungjawabannya untuk menyerap anggaran," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, diduga menebang kayu di kawasan hutan lindung Bifemnasi Sonmahole yang terdapat di Oesao, Desa Oenaem, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten TTU, Kepala Desa Oenaem, Bernadus Nesi (58) ditangkap polisi setempat, Jumat (3/1/2020).

Dalam kasus tersebut, polisi juga menangkap tiga orang terduga pelaku lainnya yakni Fidelis G. Neonnub (19), Agunsae D. Nailape (19), dan satu orang yang masih dibawah umur berinisial AS (16).

Selain menangkap para terduga pelaku, polisi juga menahan barang bukti berupa kayu bulat dolgen sebanyak empat batang, dua kayu berukuran 6 kali 12 cm sebanyak 21 batang, dan satu unit sensor kayu.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved