BumDes Ina Huk-Desa Mata Air Kabupaten Kupang Sudah Tahun Ketiga Kembangkan Inovasi

Pemerintah Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, sejak tahun 2017 hingga kini telah membentuk BumDes

BumDes Ina Huk-Desa Mata Air Kabupaten Kupang Sudah Tahun Ketiga Kembangkan Inovasi
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ilustrasi rupiah 

BumDes Ina Huk-Desa Mata Air Sudah Tahun Ketiga Kembangkan Inovasi

POS-KUPANG.COM I OELAMASI--Pemerintah Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, sejak tahun 2017 hingga kini telah membentuk BumDes dengan penyertaan modal dari dana desa.

Sudah memasuki tahun ketiga BumDes yang diberi nama Ina Huk ini mendapat penyertaan modal dimana tahun 2017 sebesar Rp 100 juta, tahun 2018 sebesar Rp 100 juta dan tahun 2019 sebesar Rp 50 juta untuk pengurus mengembangkan inovasi di desa.

Kepala Desa Mata Air, Benyamin Kanuk kepada Pos Kupang, Selasa (14/1/2020) mengakui, sejak adanya dana desa, pihaknya mengambil langkah untuk membentuk BumDes pada tahun 2017. Pemilihan pengurus dilakukan didasarkan pada aturan yang telah digariskan dan diperkuat lagi melalui Peraturan Desa (Perdes).

Dengan dasar aturan perdes itu, lanjut Benyamin, maka mulai tahun 2017 BumDes mulai berjalan dimana ada penyertaan modal dari dana desa  sebesar Rp 100 juta, tahun 2018 sebesar Rp 100 juta dan tahun 2019 sebesar Rp 50 juta untuk pengurus mengembangkan inovasi di desa.

"Sejak BumDes Ina Huk  dibentuk tahun 2017 jenis usaha yang dikembangkan yakni bidang pariwisata, pertanian dan warung serba ada (Waserba), juga pengelolaan  foto copy. Penyertaan modal dari dana desa  Rp  100 juta. Ada pengembangan pertanian dan pariwisata mereka bangun dua lapak di Pantai wisata Sulamanda," jelasnya.

Dia menambahkan, pada tahun 2018 penyertaan modal lagi Rp 100 juta untuk pengembangan tiga bidang yang sama  waserba dan pertanian, pariwisata dan tidak ada intervensi sedikitpun dalam hal pengelolaan anggaran dari pemerintah desa.

"Pada tahun 2019 penyertaan modal Rp 50 juta khusus pariwisata berupa  pembukaan lahan parkir dan pembuatan lokasi BumDes dengan gedung sendiri pantai Sulamanda. Gedung yang ada sekarang masih pinjam pakai gedung koperasi desa yang tidak terpakai," tambahnya.

Mengenai pola pendampingan, Beni mengatakan, setiap tahun ada dari tim  kabupaten berupa, sosialisasi,  pelatihan dari BPMD dalam hal pembuatan laporan,  pembukuan sistem keuangan dan teknik pembuatan LKPJ dan Dinas Pariwisata berupa  pelatihan pemandu wisata.

Komisioner KPU Viryan Azis Tahu Ponselnya Disadap KPK Sejak 2019, Bagaimana Komisioner Lainnya?

Kabupaten Nagekeo Miliki 97 Bumdes Aktif, Begini Penjelasan Kadis Imanuel

"Pada tahun 2020 ini kami akan dorong pengurus BumDes pada bidang pertanian dalam hal ini
pelepasan produk beras lokal cap Ina Huk. Kita terus komunikasi dengan pengurus dan berjalan sangat baik selama ini," ujar Beni.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved