BUMDes Co Produksi Petani di Liang Sola Manggarai Barat Tangani Beras, Ini Alokasi APBDes

Pelaksanaan BUMDes Co Produksi Petani di Liang Sola Manggarai Barat Tangani Beras, Ini Alokasi APBDes

BUMDes Co Produksi Petani di Liang Sola Manggarai Barat Tangani Beras, Ini Alokasi APBDes
POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Kantor BUMDes Liang Sola di Kecamatan Lembor 

Pelaksanaan BUMDes Co Produksi Petani di Liang Sola Manggarai Barat Tangani Beras, Ini Alokasi APBDes

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes) Co Produksi Petani di Desa Liang Sola, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), menangani beras dari hasil kerja petani di warga desa itu.

Kepala Desa Liang Sola Adrianus Harsi, menyampaikan bahwa dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa ( APBDes) 2020, sudah ditetapkan alokasi dana untuk BUMDes Co Produksi Petani sebesar Rp 300 juta.

Penjelasan Sekda TTS Terkait Persiapan Ruang Tes SKD

Dia menjelaskan, terkait BUMDes itu pada tahun 2019 lalu mulai dengan tahapan penguatan manajemen internal BUMDes dan penguatan kapasitas kelompok tani dan komunitas masyarakat, seperti komintas ibu-ibu penjual di pasar.

"Membangun kerjasama dengan petani - petani agar membentuk wadah karena intervensi dana desa baru dilakukan tahun 2020. Tahun kemarin masih berkutat dengan pembekalan komunitas dan petani dan peningkatan manajerial pengurus BUMDES," kata Adrianus.

Pendeta Nanda Weru Berpesan Jadikan Tahun Politik, Tahun Persahabatan Bukan Saling Gunting

Dia menjelaskan, sesuai dengan namanya BUMDES di desa itu, sebagai bentuk optimalisasi potensi pertanian dalam desa.

"Membangun ekonomi pertanian adalah fokus utama dari BUMDes ini. Saya optimistis kalau niat dan kerja keras untuk itu bersama-sama maka harapan untuk desa mandiri secara pangan dan agrowisata terwujud," kata Adrianus.

Dia menambahkan, orientasi jangka menengah dari BUMDes ini agar hasil - hasil petani dipasarkan oleh BUMDes dan dipromosikan melalui jejaring yang dimiliki BUMDES.

Adrianus menjelaskan, padi adalah komoditi utama. Sehingga beras dijual BUMDes ke produsen dan berlabel khusus BUMDes.

Dalam pelaksanaan BUMDes itu kata dia, misalnya petani butuh obat untuk tanaman padi atau alat pertanian atau juga biaya tenaga kerja maka BUMDes melakukan verifikasi apakah benar kebutuhan itu.

"Bila benar maka bantuannya bisa langsung berupa barang kebutuhan dan bisa juga dalam bentuk uang. Nanti dikembalikan oleh petani berupa beras saat harga beras bisa menguntungkan petani," kata Adrianus. (Laporan reporter pos-kupang.com, servatinus mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved