Dinilai Sewenang-Wenang, Instruksi Bupati Sikka Jual Beli Vanili Tak Dibatalkan

Dinilai sewenang-wenang, instruksi Bupati Sikka jual beli vanili tak dibatalkan

POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Zakarias Nong memperlihatkan buah vanili dari kebun miliknya ketika dibawa ke Kantor Satpol PP Sikka, Senin (6/1/2020) malam. 

Dinilai sewenang-wenang, instruksi Bupati Sikka jual beli vanili tak dibatalkan

POS-KUPANG.COM |MAUMERE - Instruksi Bupati Sikka Nomor 1 Tahun 2019 tentang Jual Beli Vanili yang dinilai sewenang-wenang oleh segelintir masyarakat Sikka, Pulau Flores. Meski menimbulkan polemik, pemerintah tidak serta-merta membatalkan instruksi tersebut.

"Instruksi bupati ini mempertahankan kualitas vanili petani. Ketika kualitas vanili bagus maka harga pun akan lebih bagus lagi. Instruksi tersebut lebih mengedepankan pendidikan kepada petani vanili supaya panen vanili harus pada masa panen," kata Kabag Humas dan Protokol Setda Sikka, Very Awales, S.Sos, M.Th, kepada pos-kupang.com, Senin (13/1/2020).

Dinas Lingkungan Hidup Sumba Timur Mulai Besok Tanam 2000 Pohon Cendana di Kota Waingapu

Menurut Very, kalau para petani bisa mempertahankan kualitas vanili, Pemda Sikka akan memfasilitasi pengujian laboratorium untuk mendapatkan sertifikasi mutu vanili. Sertifikasi dapat menaikkan harga jual vanili lebih tinggi dari harga pasaran saat ini.

Dikatakannya, instruksi ini juga menekan tindak kriminalitas, pencurian vanili. Sebagian besar desa yang memiliki potensi tanaman vanili merespon positif karena memberikan rasa nyaman bagi sebagian besar petani vanili.

Unggah Foto Seksi di Instagram, Belahan Ketiak Marion Jola Dikomentari Netizen, Tampak Aneh?

Namun, instruksi bupati tidak pernah mengatur penjualan vanili hanya dilakukan pada bulan Maret atau April. Menurut Very, regulasi ini memberi kelonggaran bagi petani menjual vanili setelah sembilan bulan.

"Semata-mata melindungi petani vanili, hasil vanili yang dijual harus benar-benar menjadi hak petani yang memiliki tanaman vanili. Petani yang akan menjual membawa surat dari desa," katanya.

Diberitakan sebelumnya, petani asal Desa Ian, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Zakarias Nong,ditangkap personil Satpol PP Sikka, ketika hendak melakukan jual beli buah vanili mentah yang dipetik dari kebunya.

Zakarias dibawa ke Kantor Satpol PP di Maumere. Setelah permintaan keterangan, Zakarias dipulangkan dengan lima karung vanili sejumlah 100 Kg lebih. Saat ini harga buah vanili mentah Rp 150.000/Kg. (laporan wartawan pos-kupang.com, eginius mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved