VIDEO: Ini Pengakuan Rio Tradana. Bangga Bisa Manfaatkan Lahan Tidur Untuk Tanam Sayur. Ini Videonya

VIDEO: Ini Pengakuan Rio Tradana. Bangga Bisa Manfaatkan Lahan Tidur Untuk Tanam Sayur. Rio Tradana merupakan anggota Kelompok Tani Mauliru Organik.

VIDEO: Ini Pengakuan Rio Tradana. Bangga Bisa Manfaatkan Lahan Tidur Untuk Tanam Sayur. Ini Videonya

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU – VIDEO: Ini Pengakuan Rio Tradana. Bangga Bisa Manfaatkan Lahan Tidur Untuk Tanam Sayur. Ini Videonya

Anggota Kelompok Tani Mauliru Organik di Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, merasa bangga bisa memanfaatkan lahan tidur untuk ditanam aneka sayuran, buah-buahan dan pangan lokal.

Lebih membanggakan lagi, adalah mereka bisa memanfaatkan lahan itu di musim kering, dengan hasil pertanian yang cukup menggembirakan.

VIDEO: Tukang Sapu Di Ende Minta Maaf, Dan Berharap Upah Mereka Bisa Dinaikkan. Simak Videonya

VIDEO: Sefus Dimu Luput Dari Maut Setelah Dirawat Intensif di Puskesmas Panite, TTS. Ini Videonya

VIDEO: Camat, Kapolsek dan Danramil Amanuban Selatan, Musnahkan Makanan Kadaluarsa. Ini Videonya

Kebanggaan petani dalam Kelompok Tani Mauliru Organik itu disampaikan Rio Tradana, ketika ditemui POS-KUPANG.COM, Sabtu (11/1/2019).

Rio mengatakan, mereka sangat bangga karena dapat memanfaatkan lahan yang selama ini tidak digarap pada musim kering.

Pemanfaatan lahan itu, adalah menanaminya dengan jenis tanaman hortikultura, baik aneka sayuran, buah-buahan maupun jenis tanaman pangan lokal lainnya, seperti jagung dan sorgum.

Menurut Rio, mereka bisa mengolah lahan pada musim kering, berkat bimbingan Konsultan Implemented dari HIVOS, Rahmat Adinata, dengan memanfaatkan teknologi Inovasi penggerak air dari sungai Mauliru.

"Kalau tidak ada bimbingan, terus terang, kami tidak seperti sekarang ini. Makanya, kami selalu berterima kasih karena atas bimbingannya, kami bekerja tanpa mengenal musim,” ujarnya.

VIDEO: Temuan Uang Palsu di NTT Menurun. BI Ajak Warga Kenali Uang Dengan Cara 3D. Ini Videonya

VIDEO: Kapolres Malaka Diterima Secara Adat. Acaranya Berlangsung di Pantai Motadikin. Ini Videonya

VIDEO: Ditimpa Pohon Kapuk Raksasa, Paulus Tewas Di Tempat, Sefus Dirawat Intensif. Ini Videonya

Selama ini, lanjut Rio, para petani umumnya hanya bercocok tanam di saat musim hujan. Padahal, aktivitas itu bisa dilakukan juga pada musim kemarau.

Malah, hasil yang diperoleh saat bercocok tanam di musim kemarau, jauh lebih baik dibanding saat musim hujan.

“Selama ini kan, kalau musim kering kami hanya duduk saja. Lahan tidak bisa kami olah. Hujan turun baru kami tanam jagung. Tapi sekarang tidak lagi. Meskipun di musim kering, kami selalu panen," ujar Rio Tradana. (POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Tonton Videonya Di Sini:

Penulis: Robert Ropo
Editor: Frans Krowin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved