Umat Paroki Kiupukan Pertanyakan asus Penghinaan Terhadap Pimpinan Gereja

-Sejumlah umat Paroki Kiupukan di Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bersama dengan pastor parokinya, Romo Donatus Tefa, Pr me

Umat Paroki Kiupukan Pertanyakan asus Penghinaan Terhadap Pimpinan Gereja
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI/
Sejumlah umat Paroki Kiupukan saat bertemu dengan Kanit Reskrim Polsek Insana Aipda Barry G. J. Gwedjor di mapolsek setempat, Jumat (10/1/2020). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Sejumlah umat Paroki Kiupukan di Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bersama dengan pastor parokinya, Romo Donatus Tefa, Pr mendatangi Kantor Mapolsek Insana, Jumat (10/1/2020).

Kedatangan umat bersama dengan pimpinan gereja tersebut dalam rangka mempertanyakan progres penanganan kasus penghinaan yang dilakukan oleh terduga pelaku Gregorius Taneo kepada korban Romo Donatus Tefa, Pr.

Kasus dugaan penghinaan tersebut dilaporkan oleh tokoh umat Isak Tikneon, sejak akhir tahun 2019 lalu, namun sampai dengan saat ini progresnya masih berjalan ditempat.

Berdasarkan pantauan media ini, mereka datang ke Mapolsek Insana menggunakan tiga unit mobil dan puluhan motor. Tiba di Mapolsek Insana, mereka diterima langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Insana Aipda Barry G. J. Gwedjor.

BAHAYA: Ezechiel N Douassel Tak Tampak Sesi Latihan Perdana Persib Bandung, Info Terbaru Maung

Usai bertemu dengan Kanit Reskrim Polsek Insana tersebut, Pelapor Isak Tikneon mengatakan bahwa kedatangan dirinya bersama dengan Pastor Paroki Kiupukan serta sejumlah umat ke Mapolsek Insana hanya ingin mengetahui perkembangan penanganan kasus yang dilaporkannya itu sudah sejauh mana.

Selain menanyakan progres penanganan kasus, kedatangan pihaknya ke Mapolsek Insana juga dalam rangka untuk memberikan dukungan kepada pihak kepolisian supaya segera menangani kasus tersebut sampai dengan selesai.

"Kemudian kita juga meminta kesediaan bapak polisi supaya kalau bisa mereka lebih cepat lebih baik, dari pada kita yang setengah mati bendung umat. Karena kalau umat dia merontak sulit untuk kita bendung," tegasnya.

Sebagai tokoh umat, kata Isak, dirinya melaporkan kasus dugaan penghinaan tersebut karena tidak terima pimpinan gerejanya Romo Donatus Tefa dihina oleh terduga pelaku Gregorius Taneo.

Oleh karena itu, kata Isak, dirinya berharap kepada pihak kepolisian di Polsek Insana supaya segera mempercepat proses penanganan kasus tersebut.

Halaman
12
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved