Korban Inginkan Pemerkosa Pria Reynhard Sinaga Membusuk di Neraka, Bukan Hanya Hukuman Seumur Hidup

Reynhard Sinaga, usia 36 tahun, dinyatakan bersalah telah melakukan lebih dari 150 pelanggaran, 136 diantaranya adalah pemerkosaan dengan korban pria

KOMPAS.COM/GREATER MANCHESTER POLICE vis BBC
Pengadilan Manchester menjatuhkan hukuman seumur hidup atas Reynhard Sinaga dalam empat sidang terpisah sejak Juni 2018 sampai Desember 2019 

Korban Inginkan Reynhard Sinaga Pemerkosa Pria Asal Indonesia Tidak Hanya Hukuman Seumur Hidup, Membusuk di neraka

POS-KUPANG.COM - Seorang mahasiswa asal Indonesia Reynhard Sinaga telah disebut sebagai pelaku tindak pemerkosaan terbanyak dalam sejarah di Inggris. Ia telah dijatuhi Hukuman Seumur Hidup.

Reynhard Sinaga, usia 36 tahun, dinyatakan bersalah telah melakukan lebih dari 150 pelanggaran, 136 diantaranya adalah pemerkosaan dengan semua korbannya adalah Pria.

Dalam empat persidangan terpisah di kota Manchester, Inggris, Reynhard Sinaga dinyatakan bersalah melakukan penganiayaan seksual terhadap 48 pria.

Reynhard disebutkan telah "membius" para korban, setelah mereka diajak datang ke apartemennya.

Menurut pihak penuntut, kebanyakan korban sebelumnya diiming-imingi untuk beristirahat atau minum minuman keras sebelum diperkosa.

Pengadilan menyebutkan "ironisnya", Reynhard Sinaga kemudian merekam semua aksi yang ia lakukan pada korbannya.

Dalam putusannya di pengadilan Manchester, hakim menyatakan Reynhard Sinaga harus mendekam di penjara sedikitnya 30 tahun, karena 159 tindak kriminal yang dilakukan antara bulan Januari 2015 sampai bulan Mei 2017.

Sebelumnya sidang ini tidak boleh diliput oleh media, namun setelah putusan hakim memutuskan bahwa media boleh memberitakannya.

Reynhard Sinaga yang terekam dalam gedung apartemennya di Manchaster, Inggris.
Reynhard Sinaga yang terekam dalam gedung apartemennya di Manchaster, Inggris. (Foto: Greater Manchaster Police)

Ian Rushton, jaksa penuntut dalam kasus ini menggambarkan Reynhard Sinaga sebagai 'pemerkosa yang memiliki korban paling banyak dalam sejarah di Inggris.'

Halaman
1234
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved