Opini Pos Kupang

Meneruskan Trend Penurunan Gangguan Kamtibmas

Mari membaca Opini Pos Kupang berjudul: meneruskan trend penurunan Gangguan Kamtibmas

Meneruskan Trend Penurunan Gangguan Kamtibmas
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca Opini Pos Kupang berjudul: meneruskan trend penurunan Gangguan Kamtibmas

Oleh : Lasarus Jehamat, Dosen Sosiologi Fisip Undana Kupang

POS-KUPANG.COM - Laporan akhir tahun Polda NTT memberikan sedikit kelegaan terkait keamanan dan ketertiban di wilayah ini. Disebutkan, jumlah kasus gangguan keamanan dan ketertiban di tahun 2019 menurun 18,33% dibandingkan tahun 2018.

Di tahun 2018, Gangguan Kamtibmas berjumlah 8.657 kasus sedangkan tahun 2019 berjumlah 7.070 kasus. Dengan demikian, terjadi trend penurunan sebesar 1.587 kasus atau 18,33%. Jumlah penyelesaian kasus tahun 2018 berjumlah 4.945 kasus dan tahun 2019 berjumlah 4.014 kasus, trend penurunan sebesar 931 kasus atau 18.82%.

HPI Nagekeo Prihatin, Bom Ikan Marak Terjadi di Bagian Selatan Nagekeo

Di tahun 2019 lalu, gangguan didominasi oleh kejahatan kovensional sebanyak 6.835 kasus. Kasus lain di antaranya Kejahatan Transnasional sebanyak 27 kasus, Kejahatan Terhadap Kekayaan Negara sebanyak 62 kasus, Kejahatan Berimplikasi Kontijensi sebanyak 4 kasus, dan Gangguan sebanyak 142 kasus.

Data ini menarik dilihat dan perlu didiskusikan. Didiskusikan terutama karena ada beberapa fakta menarik terkait dengan kasus gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah ini. Fakta menarik tersebut ialah naik turunnya jumlah kasus untuk beberapa jenis gangguan. Hal tersebut mesti dihubungkan dengan peran aparat keamanan dalam menjaga dan melindungi masyarakat dari berbagai kejahatan.

BREAKING NEWS: Siswa SD Kelas 4 di Manggarai Timur Tenggelam di Lokasi Penampungan Air

Dalam kerangka yang sama, dinamika tersebut tentu dibaca tidak saja menyatunya kekuatan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban tetapi juga dipahami sebagai bentuk kerja keras polisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban yang sama.
Sinergisitas Antarelemen

Ada dua pendekatan utama dalam meminimalisasi angka kejahatan yakni pendekatan individual dan kelembagaan. Pendekatan individual menekankan peran individu dalam mencegah kejahatan sementara secara kelembagaan mengedepankan peran serta masyarakat atau kelompok organisasi (United Nations, 2008).

Dua pendekatan itu mesti melibatkan banyak aktor di dalamnya. Partisipasi dan keterlibatan semua eleman tentu bukan karena intensitas kejahatan. Keterlibatan banyak elemen terutama karena pelaku kejahatan tidak hanya sebagai warga masyarakat tetapi juga sebagai warga negara.

Oleh karena itu, elemen-elemen seperti negara, teknologi, agen reformasi, politisi, agen pembangunan, generasi milenial, polisi dan komunitas tertentu sejatinya mengambil bagian dalam usaha mengurangi angka kejahatan.

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved