Penyidik Bea Cukai Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penyelundupan Handphone

Penanganan kasus tersebut dilimpahkan ke Bea Cukai karena berkaitan dengan kasus penyelundupan dan sesuai kewenangannya ditangani penyidik

Penyidik Bea Cukai Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penyelundupan Handphone
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Pelaksana Harian Kepala Kantor Bea Cukai Atambua, Maezun Najib.

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA--Penyidik Bea dan Cukai Atambua, Kabupaten Belu akan segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan penyelundupan ratusan handphone dan beberapa barang elektronik lainnya.

Pelaku dalam kasus ini adalah FH, warga negara China yang berdomisili sementara di Timor Leste.

Pelaksana Harian Kepala Kantor Bea Cukai Atambua, Maezun Najib ketika dikonfirmasi Pos Kupang.Com, Kamis (2/1/2020) menjelaskan, Polres Belu telah melimpahkan kasus tersebut ke Bea Cukai, Rabu (1/1/2020). Setelah berkoordinasi dengan Kakanwil Bali Nusra dan Kejaksaan, Kantor Bea Cukai Atambua menindaklanjuti kasus tersebut dengan melakukan penyelidikan.

Penanganan kasus tersebut dilimpahkan ke Bea Cukai karena berkaitan dengan kasus penyelundupan dan sesuai kewenangannya ditangani penyidik Bea Cukai.

Saat ini penyidik Bea Cukai masih mendalami penyelidikan dan akan segera ditingkatkan ke tahap penyidikan termasuk penetapan tersangkanya.

Rumah Mewah 10 Artis Terkana Banjir, Roy Marten , Parto Patrio hingga Apartemen Anya Geraldine

VIDEO: Momen Natal di NTT, Kelompok Bahan Makanan Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar. Ini Videonya

Menurut Maezun, hasil penyelidikan diketahui pelaku membawa barang berupa handphone merek Iphone sebanyak 229 buah, multiple USB charger tiga buah dan transmitter WIFI merk TP Link enam buah. Barang-barang tersebut tanpa dilengkapi dokumen resmi.

Penyidik masih berkoordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini Dinas Kominfo untuk memastikan barang-barang yang dibawa itu dalam kondisi baik atau tidak.

"Kita masih melakukan pendalaman dan berkoordinasi dengan dinas terkait mungkin Kominfo untuk memastikan kondisi fisik handphone. Apakah barang baru atau bekas, asli atau rekondisi dan apakah terdaftar atau tidak", tutur Maezun.

Sesuai keterangan pelaku, barang tersebut dibawa dari Timor Leste menuju Kupang. Barang tersebut masuk ke Indonesia melalui jalur tidak resmi sehingga tidak terdeteksi di PLBN Mota'ain. Sedangkan pelaku melalui jalur resmi dan saat masuk ke Indonesia, pelaku hanya membawa satu tas ransel yang berisikan pakaian sehingga saat pemeriksaan, pelaku lolos masuk ke Indonesia.

Akan tetapi, saat di bandara Atambua, tiba-tiba barang ilegal tersebut ada sehingga Polisi mengamankan pelaku dan barang buktinya.

Halaman
12
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved