Jakarta Banjir Hebat, Anies Baswedan Dikritik ak Bisa Kerja, Fahri Hamza usul Presiden Turun Tangan

Jakarta Banjir Hebat, Anies Baswedan Dikritik ak Bisa Kerja, Fahri Hamza usul Presiden Turun Tangan

Jakarta Banjir Hebat, Anies Baswedan Dikritik ak Bisa Kerja, Fahri Hamza usul Presiden Turun Tangan
Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim/Dean Pahrevi - Tribunnews/Herudin
Fahri Hamzah, Anies Baswedan, dan Joko Widodo 

Fahri Hamzah juga memberikan saran untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar dapat menjadikan bencana alam banjir yang terjadi sebagai momen persatuan.

"Sambil membantu para korban, saya menyarankan kepada bapak presiden untuk menjadikan momen ini untuk mengalang persatuan."

"Ini sama dengan konsep integrasi kawasan harus dimulai dengan sila ke-3 Pancasila kita. Kita harus menghentikan perpecahan yg sudah jadi kenyataan," ucapnya.

Warga beraktivitas di tengah genangan banjir di kawasan Kampung Pulo, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020). Banjir yang melanda kawasan tersebut kedalamannya mencapai 1,5 meter. Tingginya curah hujan membuat sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya mengalami kebanjiran. (Warta Kota/Henry Lopulalan)
Waktunya Mengubur Ego

Mantan politisi PKS tersebut juga memberi saran kepada para gubernur untuk tidak 'bertengkar' dengan presiden.

Fahri Hamzah menilai sudah saatnya persatuan digalang dan mengubur ego.

"Para gubernur harus sadar bahwa presiden adalah kekuatan yang paling efektif untuk membangun propinsi dan seluruh wilayah daerah kita."

"Jadi jangan mau diajak bertengkar dengan presiden gak ada gunanya. Hasilnya hanya kesengsaraan rakyat. Ini waktu mengubur ego. Bersatu," ujarnya.

Instruksi Jokowi Tangani Banjir

Jokowi
Jokowi (scmp.com)

Sementara itu Presiden Jokowi meminta pihak terkait untuk mengutamakan normalisasi fasilitas-fasilitas umum.

Halaman
1234
Editor: Alfred Dama
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved