Keracunan Makanan di OeEkam

BREAKING NEWS: Tutup Tahun di TTS Diwarnai Kasus Keracunan Makanan, 53 Orang Dirawat

Taroci belum mengalami gejalah keracunan. Namun pada Selasa siang, dirinya tiba-tiba mengalami gejalah keracunan.

BREAKING NEWS: Tutup Tahun di TTS Diwarnai Kasus Keracunan Makanan, 53 Orang Dirawat
POS KUPANG/DION KOTA
Nampak para korban keracunan makanan sementara dirawat di Posko penanganan kasus dugaan, Rabu (1/1/2020) pagi 

Tutup Tahun Di TTS Diwarnai Kasus Keracunan Makanan, 53 Orang Dirawat

POS-KUPANG.COM|SOE -- Kasus keracunan kembali terjadi di Kabupaten TTS, tepatnya di Kecamatan Noebeba, Desa Oe'ekam, Selasa (31/12/2019) siang. Sebanyak 53 warga Desa Oe'ekam dirawat di Posko penanganan kasus keracunan yang didirikan di gedung lama Gereja Fatububut.

Ke-53 warga tersebut mengalami gejalah keracunan usai menyantap makanan dalam perayaan Natal bersama kaum Bapak, perempuan GMIT dan kaum pemuda, Senin (30/12/2019 malam yang digelar di gedung Gereja Fatububut.

Taroci Timaubas (69) bersama cucunya, Ardon Selan dan anaknya Yanti Babys ikut menjadi korban keracunan dan dirawat di Posko penanganan kasus keracunan. Kepada pos kupang.com, Rabu (1/1/2020) di posko penanganan kasus keracunan Taroci mengatakan, pada Senin malam dirinya bersama anak dan cucunya mengikuti acara Natal bersama di Gereja Fatububut. Dalam Natal bersama tersebut, mereka mengkonsumsi nasi, babi kecap, mie dan kerapuk.

Usai makanan, Taroci belum mengalami gejalah keracunan. Namun pada Selasa siang, dirinya tiba-tiba mengalami gejalah keracunan.

"Habis makan itu belum ada gejala apa-apa. Namun pada Selasa siang saat di rumah tiba-tiba saya mual-mual dan langsung muntah. Kepala saya sakit dan saya juga mencret," ungkapnya.

Usai mengalami gejalah keracunan, tak lama kemudian, pendeta Jefry Watileo datang ke rumah Taroci. Melihat gejalah keracunan yang dialami Taroci, oleh Pendeta Jefry, Taroci dibawa ke Posko penanganan kasus keracunan.

"Awalnya saya tidak tahu kenapa saya alami gejalah aneh itu. Namun oleh Pak Pendeta saya diberitahu kalau saya mengalami gejalah keracunan dan dibawa ke Posko penanganan kasus keracunan untuk mendapatkan perawatan medis," ujarnya.

Nene Tuan (33), korban keracunan lainnya mengatakan, dirinya mulai mengalami gejalah keracunan pada Selasa pagi. Tak lama berselang, oleh para tenaga kesehatan desa saya dibawa ke Posko penanganan kasus keracunan guna mendapatkan pertolongan medis.

"Saya muntah, menceret, kepala sakit dan perut seperti ditikam. Sampai di sini (Posko) saya diberikan obat anti muntah dan cairan infus," kisahnya.

Gubernur NTT Sebut Kalau Pemimpin Bodoh, Pasti Daerah Bodoh

Main Kembang Api, 4 Jari Tangan Kanan Ibu Rumah Tangga asal Manggarai Ini Putus

Masuk Tahun Baru 2020 Hari Ini, Jakarta Mendapat Hadiah Banjir, Rumah Warga Terendam Air

Untuk diketahui, dari 53 korban diduga keracunan, 13 korban diinfus dan sisanya hanya dilakukan observasi. (Laporan Reporter Pos Kupang. Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved