Kawanan Perampok Tak Menyangka Senjata Api Laras Panjang Meletus dari Celana lalu Kena Sendiri

-Sebuah kamera CCTV mengabadikan kejadian ketika seorang pria menembak dirinya sendiri dalam sebuah dugaan percobaan perampokan di kotamadya Tlaj

Kawanan Perampok Tak Menyangka Senjata Api Laras Panjang Meletus dari Celana lalu Kena Sendiri
Daily Mail
Sebuah kamera CCTV mengabadikan kejadian ketika seorang pria menembak dirinya sendiri dalam sebuah dugaan percobaan perampokan di kotamadya Tlajomulco de Zuniga di negara bagian Jalisco, Meksiko Barat. 

Korban tidak berdaya saat dilakukan penodongan yang dilakukan adalah dengan menggunakan senjata api di Jalan Kavling Rawageni di sekitar kawasan Lapangan Penggorengan, Cipayung, Depok, Kamis (7/11/2019) malam.

Akibatnya, warga Kampung Bulak Barat, Cipayung, Depok itu pasrah adalah saat sepeda motor Honda CBR 150 R warna merah B 3170 EMV miliknya dirampas dan dibawa kabur pelaku.

Bukan itu saja, pelaku merampas dompet Wisnu, yang adalah berisi STNK motor, KTP dan surat berharga lainnya.

Trisna Sanubari, kakak Wisnu, menuturkan peristiwa yang dialami adiknya terjadi Kamis (7/11/2019) sekira pukul 20.00 malam.

"Jam segitu di kawasan Lapangan Penggorengan memang suasananya sudah sepi," kata Trisna kepada Warta Kota, Jumat (8/11/2019).

Saat itulah kata Trisna, adiknya yang mengendarai sepeda motor Honda CBR 150 R dicegat pelaku yang langsung menodongkan senjata api ke arah adiknya.

"Adik saya tentunya takut terjadi apa-apa pada dirinya. Sehingga ia pasrah dan menuruti kemauan pelaku. Kemudian motor dan dompet adik saya dirampas semuanya sama pelaku," kata Trisna.

Karena kejadian ini katanya adiknya menjadi trauma. "Kami sudah melaporkannya ke polisi," kata Trisna.

Ia berharap polisi bisa membekuk pelaku.

"Adik saya juga sudah melapor ke pihak leasing. Sebab motor yang dirampas adalah motor kredit," kata Trisna.

Sebelumya, tersangka kasus perampasan yang diawali dengan kekerasan dengan melukai korban akhirnya para pelakunya berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Cimanggis.

Tiga tersangka yakni Muhammad Ridwan alias Wanted, Tri Saktian alias Tian, dan Azuan Abdullah Aldy alias Juju langsung dibawa ke Polres Depok guna penyidikan lebih dalam.

“Pelaku ini melakukan perampasan atau biasa bahasa masyarakatnya disebut begal, tapi ini bukan begal terhadap kendaran bermotor, namun alat elektronik berupa hanphone,” ujar AKBP Aziz Andriansyah selaku Kapolresta Depok kepada wartawan di Polres Depok, Jalan Margonda Raya, Depok, Kamis (22/8/2019) malam.

Modus operandi para tersangka, dikatakan Aziz, cukup sadis yakni diawali dengan berkumpul bersama kawan-kawannya sekitar enam orang, kemudian meminum-minuman keras sampai mabuk.

“Lalu kemudian mereka melaksanakan aksinya di atas jam 12 malam."

"Mereka keliling kota cari sasaran, cari korban yang bisa mereka lukai dan merampas barangnya,” kata Aziz.

Sasarannya pun random alias tak tertuju pada mereka yang memiliki harta banyak melainkan siapa saja yang ditemuinya saat berkeliling mencari sasaran.

“Misalnya pada Januari lalu ada tukang nasi goreng jual hingga malam hari, mereka melintas dan berpapasan kemudian tukang nasi goreng itu dihajar, dipukuli, dan dibacok kemudian diambil handphone-nya,” kata Aziz.

Demikian pula peristiwa lainnya, para tersangka pernah melakukan perampasan telepon selular (ponsel) seorang penjual air galon, yang sebelumnya juga diawali kekerasan dengan cara dibacok.

Dari hasil laporan masyarakat, Polres Depok melakukan penyelidikan hingga akhirnya ditangkaplah ketiga pria yang masih muda ini sebagai tersangka pada 10 Agustus lalu.

“Tiga orang berhasil kami tangkap, yang satu masih anak-anak jadi kami kirim ke penuntut umum, sementara tiga lagi masih kabur,” papar Aziz.

Motif tersangka, dikatakan Aziz, tak lain hanya untuk berfoya-foya dengan membeli minuman keras.

Setelah didapatkan hasil rampasan, telepon genggam kemudian dijual dan hasilnya dibagi-bagikan berkisar Rp 500.000-Rp 1 juta kepada masing-masing tersangka.

Ridwan, salah seorang tersangka mengaku aksi nekatnya itu lantaran dirinya diajak temannya yang sama-sama satu tongkrongan saat minum miras.

“Duitnya untuk minum, Cuma minum aja. Kalau senjatanya (celurit) juga dari teman, dia yang bawa,” kata Ridwan.

Dalam kasus ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti satu sepeda motor matic yang digunakan tersangka saat berkeliling mencari korban serta sebilah celurit yang digunakan untuk membancok korban.

Para tersangka dikenai pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal sembilan tahun.

Polresta Depok berhasil mengamankan pelaku begal ponsel sadis.

Mereka tak segan-segan melakukan pembacokan kepada para korbannya, tersangka kemudian dibawa ke Polres Depok, Jalan Margonda Raya, Depok, Kamis (22/8/2019) malam.

Sebuah kamera CCTV mengabadikan kejadian ketika seorang pria menembak dirinya sendiri dalam sebuah dugaan percobaan perampokan di kotamadya Tlajomulco de Zuniga di negara bagian Jalisco, Meksiko Barat.
Sebuah kamera CCTV mengabadikan kejadian ketika seorang pria menembak dirinya sendiri dalam sebuah dugaan percobaan perampokan di kotamadya Tlajomulco de Zuniga di negara bagian Jalisco, Meksiko Barat. (Daily Mail)
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved