Di Ende Jaring Listrik Terpasang Tapi Tak Kunjung Nyala

menebang maupun memangkas berbagai tanaman produktif guna penarikan jaringan listrik,ujar Ignasius.

Di Ende Jaring Listrik Terpasang Tapi Tak Kunjung Nyala
POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS
Ketua Satgas Anti Korupsi Wilayah Flores dan Lembata serta Alor, Partai Golkar Provinsi NTT, Casimirus Bhara Beri 

Di Ende Jaring Listrik Terpasang Tapi Tak Kunjung Nyala

POS-KUPANG.COM|ENDE--- Ketua Satgas Anti Korupsi Wilayah Flores dan Lembata serta Alor, Partai Golkar Provinsi NTT, Casimirus Bhara Beri, mengatakan bahwa sejumah desa di Ende sampai sekarang belum berlistrik padahal jaringan listrik sudah terpasang.

Kepada Pos Kupang.Com, Rabu (1/1/2020), pria yang akrab dipanggil Cesar mengatakan pihaknya mencatat bahwa desa-desa di Kabupaten Ende yang belum bisa menikmati listrik seperti di Desa Otogedu di Kecamatan Maurole.

Dalam catatan pihaknya selain Desa Otogedu juga terjadi di beberapa desa lainnya masing-masing Lisdes di tahun 2018 yakni yaitu Desa Detuwulu.

Serta di Kecamatan Detukeli ada 7 Desa yaitu Desa Wolomuku dan Desa Detumbewa serta Desa Kanganara dan Desa Nida serta DesaWatunggere dan Desa Unggu juga Desa Jeo Dua.

Sementara Lisdes di tahun 2017 Kecamatan Maurole ada 2 Desa yaitu Desa Watukamba dan Desa Otogedu
Pada tahun 2017 Di Kecamatan Detukeli ada 6 Desa yaitu Desa Nggesa dan Desa Detukeli serta Desa Kebesani dan Desa Maurole Selatan serta Desa Nggesa Biri dan Desa Watunggere Marilonga.

Cesar mengatakan desa-desa tersebut juga mengalami persoalan yang sama yakni jaringan sudah terpasang namun listrik tidak kunjung nyala.

Kepala Desa Otogedu, Ignasius Siga mengatakan, listrik di Desa Otogedu, Kecamatan Maurole,Kabupaten Ende tidak kunjung nyala padahal baik jaringan maupun instalasi sudah ada yang terpasang di rumah warga.

Ignasius mengatakan listrik di Desa Otogedu dipasang pada tahun 2017 yang ditandai dengan pemasangan jaringan kabel serta tiang maupun pemasangan instalasi ke sejumlah rumah milik warga.

Namun demikian semenjak dipasang hingga kini listrik di desa tersebut tak kunjung nyala tanpa ada alasan yang jelas.

Padahal ujar Ignasius untuk proses pemasangan listrik tersebut warga desa setempat telah rela berkorban dengan menebang maupun memangkas berbagai tanaman produktif guna penarikan jaringan listrik,ujar Ignasius.

Menurut Ignasius warga tidak mempersoalkan pemotongan tanaman pertanian yang terpenting listrik bisa masuk desa namun demikian setelah jaringan terpasang listrik tidak juga nyala.

Ignasius mengatakan terhadap persoalan yang ada dia bersama warga telah bertemu dengan pihak PLN dan dari PLN berjanji akan segera memanggil pihak rekanan yang memasang instalasi ke rumah untuk dimintai klarifikasi.

Ignasius mengatakan pihaknya menunggu hasil klarifikasi dari rekanan yang difasilitasi PLN namun tidak jelas hingga kini.

Menurut Ignasius apapun persoalan antara pihak rekanan dan PLN bagi warga yang terpenting adalah listrik di Desa Otogedu bisa nyala karena hal itu sudah menjadi kerinduan warga selama ini.

Libur Natal dan Tahun Baru, Warga Padati Kawasan Wisata Bukit Wolobobo di Ngada

Pilkada Sumba Barat, Yohanes Dade Optimis Dapat Restu Perindo, Demokrat & Berkarya

Ignasius mengatakan bahwa Negara Indonesia sudah merdeka 74 tahun namun mereka di Desa Otogedu belum merdeka dalam hal listrik.(Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved