Keracunan Makanan di OeEkam TTS

Dari 53 Korban Keracunan, 40 Sudah Dijinkan Pulang dan 13 Masih Dirawat di Posko

Usai mendapatkan laporan tersebut, pihaknya bersama tenaga medis Puskesmas Noebeba langsung turun ke lokasi guna melakukan penyisiran.

Dari 53 Korban Keracunan, 40 Sudah Dijinkan Pulang dan 13 Masih Dirawat di Posko
POS KUPANG/ISTIMEWA
Kepala puskesmas noebeba (kanan) dan dokter dari Puskesmas Noebeba sedang berdiri di antara para korban kasus keracunan makanan di Desa Oe'ekam, Kecamatan Noebeba. 

Dari 53 Korban Keracunan, 40 Sudah Dijinkan Pulang dan 13 Masih Dirawat di Posko

POS-KUPANG.COM| SOE -- Kepala Puskesmas Noebeba, Niczon Atopah mengatakan, informasi adanya kasus keracunan makanan diperolehnya dari tenaga kesehatan desa Oe'ekam, Selasa (31/12/2019) siang.

Usai mendapatkan laporan tersebut, pihaknya bersama tenaga medis Puskesmas Noebeba langsung turun ke lokasi guna melakukan penyisiran.

Dari hasil penyisiran, ditemukan adanya 53 warga yang mengalami gejalah keracunan. Setelah melihat gejalah para korban, 13 korban diinfus sedangkan 40 lainnya hanya dilakukan observasi.

" Awalnya, Selasa siang itu kita dapat laporan hanya empat orang yang menjadi korban keracunan makanan, namun jumlahnya bertambah menjadi 13 orang pada Selasa sore. Akhirnya kita memutuskan untuk melakukan penyisiran. Dari hasil penyisiran kita temukan 53 orang mengalami gejalah keracunan," ungkapnya.

Dari 53 korban tersebut, diketahui, 5 korban masih dibawah usia 4 tahun, 7 korban berusia 5 sampai 9 tahun dan 41 korban lainnya berusia di atas 9 tahun, dimana salah satu korban diketahui tengah hamil.

Saat ini, Rabu (1/1/2020) korban keracunan yang dirawat di pos penanganan kasus keracunan hanya tersisa 13 korban. Sisanya telah dijinkan pulang. 13 korban tersebut sempat diinfus, namun setelah diperiksa tidak lagi mengalami gejalah keracunan maka infusnya dilepas pada pukul 08.00 WITA pagi.

"Sekarang yang masih dirawat hanya yang sempat diinfus saja. Saat ini kita Sementara observasi, kemungkinan sore sudah bisa kita pulangkan," ujarnya.

Untuk diketahui, Kasus keracunan kembali terjadi di Kabupaten TTS, tepatnya di Kecamatan Noebeba, Desa Oe'ekam, Selasa (31/12/2019) siang. Sebanyak 53 warga Desa Oe'ekam dirawat di Posko penanganan kasus keracunan yang didirikan di gedung lama Gereja Fatububut.

Ke-53 warga tersebut mengalami gejalah keracunan usai mengikuti perayaan Natal bersama kaum Bapak, perempuan GMIT dan kaum pemuda, Senin (30/12/2019 malam yang digelar di gedung Gereja Fatububut. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved