Keracunan Makanan di OeEkam TTS

Bupati Tahun : Seluruh Korban Keracunan di OeEkam TTS Sudah Tertangani

Bupati TTS, Egusem Piether Tahun yang dikonfirmasi terkait kasus keracunan makanan yang terjadi di Desa Oe'ekam, Kecamatan Noebeba mengatakan, tenaga

Bupati Tahun : Seluruh Korban Keracunan di OeEkam TTS Sudah Tertangani
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Bupati TTS, Egusem Piether Tahun 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Bupati TTS, Egusem Piether Tahun yang dikonfirmasi terkait kasus keracunan makanan yang terjadi di Desa Oe'ekam, Kecamatan Noebeba mengatakan, tenaga kesehatan dari Puskesmas Noebeba dan Dinas Kesehatan Kabupaten TTS telah turun ke lokasi Sejak Selasa (31/12/2019). Seluruh korban, telah tertangani dengan baik dan bahkan ada korban yang sudah diijinkan pulang.

" Begitu saya dapat laporan ada kasus keracunan di Desa Oe'ekam, saya langsung minta Kadis Kesehatan untuk tangani para korban dengan intensif. Pastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis dengan baik. Dan informasi terakhir yang saya terima, mayoritas korban sudah diijinkan pulang hanya beberapa yang masih dirawat di posko," ungkap Bupati Tahun kepada pos kupang.com, Rabu (1/1/2020) melalui sambungan telepon.

Ketika ditanyakan terkait penyebab kasus keracunan tersebut, Bupati Tahun mengatakan, tim reaksi cepat dari Dinas Kesehatan saat ini masih berada di lokasi guna mengambil sampel makanan dan melakukan penyelidikan epidemiologi.

Liga 1 Musim 2020, Persela Lamongan Resmi Perpanjang Kontrak Rafinha, Info Lengkap

Dari hasil laboratorium barulah bisa diketahui dengan pasti penyebab keracunan tersebut.
" Informasinya, para korban mengalami gejalah keracunan usai menyantap makanan dalam perayaan Natal bersama kaum bapak, perempuan GMIT dan pemuda Gereja Fatububut. Namun penyebab pastinya masih harus menunggu hasil lab," jelasnya.

Kawanan Perampok Tak Menyangka Senjata Api Laras Panjang Meletus dari Celana lalu Kena Sendiri

Diberitakan sebelumnya, Kasus keracunan kembali terjadi di Kabupaten TTS, tepatnya di Kecamatan Noebeba, Desa Oe'ekam. Kasus keracunan ini bermula ketika kaum bapak, wanita GMIT dan pemuda Gereja Fatububut, Desa Oe'ekam menggelar Natal bersama Senin (30/12/2019) pukul 20.00 WITA.

Dalam perayaan Natal bersama tersebut, dihadirinya sekitar 300 lebih jemaat.
Dalam perayaan Natal bersama tersebut, panitia menyediakan makanan dengan menu, nasi, mie kuning, daging babi kecap dan kerupuk yang disajikan di dalam kotak nasi.

Usai ibadat bersama, acara dilanjutkan dengan santap malam bersama. Acara Natal bersama tersebut baru bubar sekitar pukul 24.00 WITA.

Keesokan hari, Selasa (31/12/2019) pagi, warga yang mengikuti perayaan Natal bersama mulai mengalami gejalah keracunan. Warga yang mengalami gejalah tersebut lalu melaporkan hal tersebut kepada tenaga kesehatan desa.
Oleh tenaga kesehatan desa, warga yang mengalami gejala keracunan lalu dikumpulkan di gedung lama Gereja Fatububut. Informasi adanya kasus keracunan tersebut, lalu dilaporkan kepada Kepala Puskesmas Fatububut, Niczon Atopah pada Selasa Siang.

Pada Selasa Sore, Kapus Noebeba bersama tenaga medis langsung turun ke Desa Oe'ekam guna melakukan penyisiran.

Dari hasil penyisiran, ditemukan adanya 53 warga Desa Oe'ekam yang mengalami gejalah keracunan.
Bersama Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, tenaga medis dari Puskesmas Noebeba lalu mendirikan Posko Penanganan Kasus Keracunan di gedung Gereja Fatububut.

Dari 53 warga yang mengalami gejalah keracunan. Setelah melihat gejalah para korban, 13 korban diinfus sedangkan 40 lainnya hanya dilakukan observasi. (din)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved