Polisi Tangkap Nelayan Palue Sikka

Polres Sikka Minta Saksi Ahli Teliti Pupuk Buat Bom Ikan di Laut Flores

Terkait polisi tangkap nelayan Palue, Polres Sikka minta saksi ahli teliti Pupuk buat bom ikan di Laut Flores

Polres Sikka Minta Saksi Ahli Teliti Pupuk Buat Bom Ikan di Laut Flores
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Kapolres Sikka, AKBP Rickson Situmorang, S.IK, memperlihatkan detonator disimpan dalam kotak korek api dalam jumpa pers penangkapan nelayan bom ikan, Senin (30/12/2019) di Mapolres Sikka. Kasat Reskrim, AKP Heffri Dwi Irawan, S.H, S.IK (kanan), Kabag Ops, AKP Wilhelmus Sinlae (tengah), Kasat Lantas AKP Rulyanto Pahroen, S.IK (tengah) dan Kasubag Humas, Iptu Petrus Kanisius (kiri) mendampingi Kapolres Sikka. 

Terkait polisi tangkap nelayan Palue, Polres Sikka minta saksi ahli teliti Pupuk buat bom ikan di Laut Flores

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Penyidik Polres Sikka akan menghadirkan saksi ahli untuk mendalami jenis pupuk yang digunakan AT (50) merakit bom ikan.

AT, warga Desa Lidi, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka ditangkap Satuan Reserse dan Kriminalitas (Reskrim) Polres Sikka di Desa Aewora, Kecamatan Maurole, Pulau Flores, Minggu (29/12/2019) pagi. Dalam penangkapan itu, Polisi mengamankan dua botol bom rakitan siap ledak, detonator dan bahan baku pembuatan bom.

Polisi di Polres Kupang Tindak Tegas Warga yang Ciptakan Keresahan di Malam Tahun Baru

"Jenis pupuk yang digunakan ini mengandung amonium nitrat yang tinggi, sehingga bisa meledak. Pupuk jenis ini tidak ada pabriknya di NTT dan Indonesia, kemungkinan dari luar negeri. Tetapi nanti, ahli saja yang akan menjelaskan," kata Kapolres Sikka, AKBP Rickson Situmorang, S.IK, menggelar jumpa pers penangkapan pembom ikan, Senin (30/12/2019) di Mapolres Sikka.

Bom rakitan dengan detonator yang bagus, diakui Rickson Situmorang., perakitnya bukan orang amatir.

"Detonatornya saya tidak berani buka. Untuk yang begini (buat detonator) bukan orang biasa yang bisa membuat seperti ini. Pasti belajarnya `trial and eror'. Yang jelas tidak ada sekolahnya, tidak ada sertifikatnya, mungkin tanya ke sesama nelayan," tandas Rickson Situmorang.

Lakukan Reses di TTU, Anggota DPR RI Melki Laka Lena Kunjungi RSUD Kefamenanu

Dikatakanya, pupuk bahan pembuatan bom kemungkinan dibeli. Jenis pupuk tersebut bukan pupuk urea yang digunakan petani Berdasarkan pengalaman, kata Rickson Situmorang, jenis pupuk merakit bom mengandung amonium nitrat lebih dominan dari kandungan lain.

"Pupuk jenis ini biasanya ditangkap Bea Cukai, tersangka pasti beli. Mungkin ada yang mengedarkanya. Pupuk yang ditangkap Bea Cukai tidak digunakan di Indonesia. Dilarang peredaranya, Ini menyalahi aturan," tegas Rickson Situmorang.

AT ditangkap ketika beranjak dari rumah singgah di Desa Aewora, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, menuju perahunya setelah diintai selama empat jam. Di dalam perahu tersebut, polisi menemukan bom ikan yang sudah siap diledakan.

"Di atas perahu ditemukan 10 jenis bahan diantaranya dua botol bir kecil berisi bahan peledak siap pakai. Ada korek api, baygon bakar, gulungan selang bening, gunting, botol kratingdaeng, selotip, potongan sandal dan jeriken," beber Rickson Situmorang.

Dalam penggerebekan di rumah singgah, polisi mendapati dua botol air air minum kemasan berisi setengah pupuk, botol sedang berisi setengah pupuk, botol warna putih berisi pemicu dan besi melubangi sandal, baygon bakar, selang dan kacamata selam. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved