Berita Cerpen

Cerpen Risky Kolin: Potongan-Potongan Pesan Untuk Natalia

Cerpen Risky Kolin: Potongan-Potongan Pesan Untuk Natalia.Setiap kali engkau membaca surat ini, setiap kali juga mencintaimu.

Cerpen Risky Kolin: Potongan-Potongan Pesan Untuk Natalia
pos kupang
Potongan pesan untuk Natalia

"Pa, kalau keadaan yang sekarang ini membuat Nat merasa bahagia bersama kita, mungkin lebih baik kita merahasiakannya dulu. Sekarang bukan waktu yang tepat."

Sejenak aku terdiam membisu memikirkan kenyamanan hidupku yang dibalut rapi oleh sebuah rahasia. Antara sedih dan heran saling merampas lamunanku. Apa yang telah mereka rahasiakan selama ini? Gumamku dalam hati.

Aku masuk ke dalam dapur dan berlagak seolah-olah tidak tahu, namun aktingku ini dengan mudah diketahui oleh ayah dan ibu. Terdengar suara ayah pelan memanggil namaku dan berkata

"Nat, apa yang kamu dengar itu adalah suatu kebenaran."

Maafkan ayah dan ibu yang sudah merahasiakannya darimu. Walau belum mengetahui secara pasti tentang masalah ini, aku tak sanggup membendung air mata di sudut retina.

Makin Terbuka, Luna Maya Terciduk Hadiri Kondangan di Yunani Bareng Ryochin, Resmi Jadian?

Mataku berkaca tatkala kurebahkan diriku di pelukan ibu. Ia mengajak aku ke kamar sehingga aku dapat merebahkan tubuhku di atas kasur.

Aku sedikit kaget ketika ibu memberikan secarik surat untukku. Setahuku hanya ayahlah yang memberikan potongan-potongan surat untukku. Setelah menyeka air mata, aku membaca surat itu.

Untuk Natalia...
Bila engkau menangis, ingatlah ada yang lebih bersedih darimu yang sanggup menahan riuh remuk hatinya, tapi tetaplah tersenyum walaupun ada yang lebih bahagia darimu...

Aku terdiam sesaat, coba memahami arti dari surat itu. Mungkinkah ada kesedihan yang tak boleh ditangisi atau benarkah tidak semua tangisan berasal dari kesedihan? Apa mungkin bahagia itu soal lebih dan kurang? Begitu juga rasa sedih? Isakku pelan-pelan berhenti dan suasana kembali hening.

Keheningan kami didaur oleh ayah yang ikut masuk ke kamarku. Ayah menyapaku pelan sambil duduk di dekat kakiku.

Bobotoh Ramai di Dunia Maya Gara-gara Pemain yang Dirumorkan Gabung Persib Malah ke Persija Jakarta

"Sayang, papa dan mama ingin mengajakmu ke suatu tempat yang akan menunjukan semuanya kepadamu."

Pukul 15.00 WITA, kami tiba di sebuah desa yang letaknya satu hari perjalanan. Ayah mengajakku untuk bertemu dengan sebuah keluarga yang begitu ramah. Mereka memeluk dan menciumku.

Wajah mereka tidak mampu menyembunyikan rasa rindu padaku. Kami melewati malam dengan penuh kehangatan, damai dan harmoni.

Maklum ini adalah sebuah desa. Bukit-bukit tak tega merangkul mentari begitu lama dalam dekapannya, maka ufuk timur pun mulai merah merona laksana paras jelita. Kira-kira empat tegukan lagi, kopi ayah akan segera habis dan kami akan pergi ke tempat yang dimaksudkan. Aku sabar menunggu dengan penuh rasa penasaran, sedang ibu membereskan barang-barang yang perlu untuk dibawakan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved