Breaking News:

RD Alo Lay Soba : Tidak Mengajarkan Kekerasan

realita yang terjadi di Indonesia yang penduduknya mengaku sebagai orang beragama namun kerap melakukan kekerasan atas nama agama.

Penulis: Romualdus Pius | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS
Umat Katolik Mautapaga saling bersalaman usai perayaan Natal. 

Agama Tidak Mengajarkan Kekerasan

POS-KUPANG.COM|ENDE--Agama apapun tidak pernah mengajarkan melakukan kekerasan kepada sesama yang berbeda agama maupun pandangan namun demikian realita yang terjadi di Indonesia yang penduduknya mengaku sebagai orang beragama namun kerap melakukan kekerasan atas nama agama.

RD Alo Lay Soba mengatakan hal itu dalam misa Natal, Rabu, 25 Desember 2019 di Gereja St Yosep Freidemetz Mautapaga, Kota Ende.

RD Alo mengatakan bahwa sebagai bangsa yang hidup dalam pluralisme maka sudah sepatutnya untuk saling menghormati dan menghargai segala perbedaan.

Dikatakan untuk menghargai perbedaan tersebut maka perlu dibangun relasi sosial yang baik dengan sesama tanpa harus melihat latar belakang perbedaan.

Relasi yang dibangun tidak saja dengan sesama manusia namun dengan Tuhan namun demikian relasi dengan Tuhan kerap putus karena kesombongan manusia.

Namun demikian meskipun manusia kerap jatuh dalam dosa, Tuhan dengan penuh kasih sayang mengangkat dan menyelamatkan manusia dengan mengirimkan Putranya, Yesus Kristus ke dunia.

Kedatangan Yesus Kristus ke dunia tidak dalam kemewahan namun penuh dengan kesederhanaan yakni lahir di kandang domba dan dibungkus dengan kain lampin serta dibaringkan dalam palungan.

Bupati Tahun: Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Dilakukan Tahun 2020

Gemerlap Lampu Hias Menambah Nuansa Natal Di Kota Soe

Oleh karena sebagai umat manusia harus memaknai Natal dengan penuh iman jangan sampai Natal kehilangan makna.(Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius)


Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved