Sudah Dibuka, Sekolah & Puskesmas di Sagu Flotim Disegel Pemilik Ulayat

Kabupaten Flores Timur (Flotim) yang ditutup selama beberapa hari oleh pemilik ulayat, telah dibuka kembali oleh pemilik ulayat

Sudah Dibuka,  Sekolah & Puskesmas di Sagu Flotim Disegel Pemilik Ulayat
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Wakil Bupati Flores Timur Agus Payong Boli, SH 

 
Sekolah dan Puskesmas di Sagu,  Flotim Disegel  Pemilik  Ulayat Sudah Dibuka

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA----Puskesmas dan sekolah di   Desa   Sagu, Kecamatan Adonara,  Kabupaten  Flores Timur (Flotim)  yang ditutup  selama  beberapa  hari  oleh pemilik  ulayat, telah dibuka  kembali  oleh pemilik ulayat sejak, Selasa   (17/12/2019).

Penutupan itu sebagai   protes pemilik  ulayat  terhadap dugaan  kecurangan  pemilihan Kepala  Desa  Sagu beberapa waktu yang lalu.

“Pelayanan   fasilitas  umum sudah berjalan normal kembali untuk kepentingan masyarakat,”  kata Wakil Bupati Flotim, Agustinus Payong Boli,S.H,  kepada  pos-kupang.com, Sabtu    (21/12/2019).

Pendekatan yang dilakukan pemerintah, kata  Agus Boli,  tidak serta merta merujuk kepada  hukum formal yang kaku, tetapi melalui  Budaya Lamaholot dan hukum positif.

Ada  hal  yang pintu masuknya melalui hukum positif, tetapi juga ada hal yang pintu masuknya melalui Budaya Lamaholot. Budaya Lamaholot   merupakan hukum tidak tertulis, tetapi diakui di  NKRI.

"Dua hari lalu dan sampai tadi pagi, saya dihubungi langsung  pewaris Kerajaan Adonara di Sagu,  Ridwan Bapa Kamba dan tokoh-tokoh adat Sagu di Sagu dan di luar Sagu seperti M.Noor di Jakarta.  Mereka menerima permintaan pak bupati dan saya  supaya membuka kembali fasilitas umum, sekolah dan Puskesmas disegel,” ujara Agus  Boli.

Aktifitas boleh berjalan seperti biasa, tetapi secara adat Lamaholot seremoni pembukaan segel tertulis  akan  dilukukan dalam satu sampai  dua hari mendatang.

Warga masyarakat terharu dengan pendekatan Pemda Flotim,   bupati  turun langsung, juga komunikasi melalui telepon terus menerus oleh wabup.

“Mari sama-sama sebagai kaka adik, serahim dengan hati tenang bicara dari hati ke hati demi pelayanan dan kesejateraan masyarakat Desa Sagu,”  ujar Agus.

Agus Boli meminta para pihak di luar Desa Sagu  jangan  melontarkan komentar aneh-aneh dan provokasi atas nama demokrasi, hukum atau apalah yang bisa memicu konflik baru.

Kadishub Kota Kupang : Pengelola Parkir di Kota Kupang yang Bermasalah Tahun Depan Berhenti

Pemekaran 31 Desa di Mabar Masih Menunggu Nomor Kode Registrasi

“Kepada masyarakat Desa Sagu diminta tenang bekerja  seperti biasa. Kita sudah hidup susah maka kosentrasi kerja dan hindari konflik,siap hadapi pergantian tahun baru dengan hati tenang dan damai,”  ajak  Agus  Boli. Llaporan Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius Mo’a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved