Renungan Harian Kristen Protestan, Kamis, 19 Desember 2019 : Sikap Menanti Kedatangan Tuhan

maka yang terpenting bukan kapan Tuhan datang melainkan bagaimana kita mesti mempersiapkan diri.

Renungan Harian Kristen Protestan, Kamis, 19 Desember 2019 : Sikap Menanti Kedatangan Tuhan
Istimewa
ISTIMEWA Pdt. Gusti Menoh, M.Hum 

Renungan Harian Kristen Protestan, Kamis, 19 Desember 2019 : Sikap Menanti Kedatangan Tuhan

Oleh : Pdt. Gusti Menoh, M.Hum

Lukas 21: 25-33

POS-KUPANG.COM--Sepanjangsejarah, selaluadapihak-pihak yang Mencoba untuk membuat perkiraantentang kedatangan Tuhan atau har ikiamat.

Bahkan ada yang dengan pasti menentukan hari datangnya Tuhan. Mei 2015 misalnya, media-media Indonesia memberitakan fenomena suara misterius yang biasa di sebut Hum. Ada yang menduga itu adalah tanda-tanda kiamat atau akhir zaman. S

ebelumnya, Pdt. Mangapin Sibueadi Bandung, dengan berani menyatakan bahwa Tuhan akan datang pada 10 November 2003, tepat pukul 15.00. Para pengikut Pondok Nabi berjumlah 200-an sudah berkumpul di sebuah gedung waktu itu untuk menantikan kedatangan Tuhan. Namun lewat jam yang ditentukan, Tuhan belum juga memjemput mereka.

Akhirnya mereka melaporkan peristiwa tersebut kepada Polisi dan jemaat pun dibubarkan dan dievakuasi. Fenomena ini membuktikan bahwa masih banyak orang Kristen belum memahami injil secara benar.Yesus tidak pernah menyatakan kapan waktunya Ia datang kedunia. Ia hanya mengatakan tanda-tanda yang mendahului kedatangan-Nya.

Injil Lukas ditulis seseorang yang diduga sebaga idokter. Lukas menulis kepada seseorang yang bernamaTeofilus agar memperoleh pengertian yang benar mengenai iman Kristen.

Apa masalahnya? Rupanya jemaat Kristen waktu itu dengan hangat menantikan kedatanganYesussebagai Anak Manusia, Hakim danPenyelamat.Tetapi waktu injil Lukas disusun sudah cukup lama waktu berlalu tetapi Yesus belum juga datang.

Jemaat menjadi bingung. Ada yang tetapy akin bahwa kerajaan Allah akan segera kelihatan namun ada yang bertanya-tanya, kapan kerajaan Allah datang. Dalam kebingungan itu, iman mereka menjadi lesu, apalagi karena mereka pun terancam dar iluar.Dalam konteks ini Lukas ingin menolong jemaat.

Halaman
123
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved