Harapan Ketua Sinode GMIT dan Ketua Klasis GMIT Kota Kupang Natal 2019 -Tahun Baru 2020

Terkait perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Pdt. Eleanor Manu Nalle, S.Th memberikan harapannya bersama Ketua Sinode GMIT Pdt. Dr. Mery L. Y. Kol

Editor: Ferry Ndoen
ISTIMEWA
Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon 

POS KUPANG.COM-- Terkait perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Pdt. Eleanor Manu Nalle, S.Th memberikan harapannya bersama Ketua Sinode GMIT Pdt. Dr. Mery L. Y. Kolimon serta semua jemaat-jemaat yang ada dalam wilayah pelayanan GMIT termasuk Kota Kupang yang terkandung dalam suara gembala MS GMIT “Agar bisa diketahui apa yang menjadi harapan GMIT sehubungan dengan perayaan Natal 2019 dan Tahun baru 2020.” Terangnya.

Dalam surat gembala MS GMIT, Jemaat GMIT diingatkan untuk menghindari perayaan natal dengan kembang api yang berlebihan. Beberapa studi menunjukan bahwa penggunaan kembang api berbahaya bagi lingkungan.

Ada zat perchlorate yang bila dihirup manusia akan diserap oleh kelenjar tiroid. Zat tersebut kemudian akan mengganggu produksi hormone tiroid, yang sangat penting dalam menagtur mengatur perkembangan tubuh dan perkembangan mental. Zat ini juga berbahaya bgi janin.

Selain itu zat dalam kembang api juga dapat menyebabkan kanker, mencemari air, dan berbahaya bagi burunh-burung. Selain itu dalam semangat ugahari, kami menyerukan agar kita tetap berkomitmen dengan semangat natal hijau. Kita kurangi sebisa mungkin pohon natal plastic dan mencari cara cara yang kreatif untuk pohon natal kita yang ramah alam.

Dalam konteks pelayanan GMIT, tahun ini kita merayakan natal dalam ketidakpastian musim. Hingga pertengahan bulan desember, curah hujan belum stabil di berbagai wilayah pelayanan GMIT. Hal ini berpengaruh pada minimnya ketersediaan air, dan rapuhnya kesehatan lingkungan masyarakat

. Keadaan ini menyadarkan kita tentang komitmen iman untuk merawat lingkungan sekitar melalui gerakan tanam pohon, tanam air, mengurangi tebas bakar, dan membersihkan tanah dari sampah pllastik. Saat menjelang musim hujan merupakan kesempatan yang tepat bagi masing-masing jemaat memantapkan rencana dalam rangka pemulihan lingkungan.

Tentu saja usaha pemulihan lingkungan membutuhkan kerjasama yang luas, dengan melibatkan banyak pihak. Terkait dengan itu, kiranya aktivitas kita dalam merayakan natal membuka ruang perjumpaan di masyarakat dalam rangka meluaskan jalinan kerjasama untuk memperbaiki lingkungan, dan pada gilirannya mengembalikan lingkungan yang lebih stabil.

Perayaan natal adalah momentum kita membangun dan merawat relasi dalam keluarga, gereja, dan masyarakat agar semakin berdaya menghadapi berbagai tantangan dan mengatasi berbagai persoalan. Mari kita maknai perayaan kita ini sebagai perayaan yang memberi harapan bahwa semua orang dari berbagai latar belakang suku, budaya dan keyakinan dapat berhimpun dan bergerak bersama sebagai sahabat dan saudara bagi keadilan, damai dan sejahtera di bumi.

 
 

Pdt. Dr. Merry Kolimon, S.Th
Pdt. Dr. Merry Kolimon, S.Th (POS KUPANG/ANY TODA)

 

BalasTeruskan

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved