Hasto Wardoyo : BKKBN Ingin Menjadi Penyelenggara Kesiapan Menikah

Kepala BKKBN NTT, Hasto Wardoyo : BKKBN ingin menjadi penyelenggara kesiapan menikah

Hasto Wardoyo : BKKBN Ingin Menjadi Penyelenggara Kesiapan Menikah
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Kegiatan Advokasi dan KIE Program KKBPK bagi Pemangku Kebijakan Kota dan Kabupaten Kupang di Hotel Ima, Kupang, Jumat (20/12/19). 

Kepala BKKBN NTT, Hasto Wardoyo : BKKBN ingin menjadi penyelenggara kesiapan menikah

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dalam rangka mensosialisasikan Program Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) kepada pemangku kebijakan Kota/Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, SP. OG(K) memberikan seminar pada kegiatan Advokasi dan KIE Program KKBPK bagi Pemangku Kebijakan Kota dan Kabupaten Kupang pada Jumat (20/12/19) di Hotel Ima, Kupang.

Kegiatan turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT Marianus Maru Kuru, Ketua Umum IPADI Sudibyo Alimoeso, Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kota dan se-Kabupaten Kupang, serta Kepala Dinas OPD KB dari 22 Kabupaten/Kota.

Polres TTU Siap Amankan Natal dan Tahun Baru

Selain itu, dilakukan pula Pelantikan Pengurus Koalisi Kependudukan Provinsi NTT dan Pengurus IPADI Cabang NTT.

Marianus mengungkapkan bahwa KB bukan untuk membatasi kehamilan tetapi untuk kesehatan ibu dan anak yang terpenting juga untuk mengurangi bahkan mencegah Penyakit Menular Seksual (PMS), ungkapnya

Langkah awal untuk menjaga kesehatan Ibu dan anak ialah menganjurkan para Calon Ibu pada saat diposyandu untuk mengkonsumsi Asam Folat yang bisa didapatkan dari sayur-sayuran, buah dan ikan.

Kabar Gembira! Penumpang Fery Bisa Beli Tiket Melalui Kantor PT. Pos Indonesia, Ini Kelebihannya!

Selain itu larangan merokok untuk para lelaki karena untuk lelaki perokok akan menghasilkan sperma berjumlah banyak tetapi tidak sehat, karena persiapan untuk menikah dan mempunyai anak tidak cukup dalam waktu seribu hari tetapi dibutuhkan waktu dan pengetahuan yang jelas dan benar.

"BKKBN ingin menjadi penyelenggara kesiapan menikah bagi masyarakat, yaitu sebagai konseling agar nanti bisa mempunyai anak berkualitas dan memberitahu bahwa yang pertama kali disentuh ialah pabrik reproduksinya" ungkap Hasto

Pada dikehidupan saat ini sangat mengedepankan industrilisasi yang maju tetapi nilai kemanusiannya hilang, maka dari itu dikehidupan masa depan untuk lebih mengutamakan manusia sebagai komponen utamanya.

Hasto berharap untuk menyiapkan reproduksi dengan baik, mencegah kawin usia muda, mencegah berhubungan seks dan hamil diluar nikah, serta mencegah pernikahan dini.

"Karena nantinya jika melakukan hal tersebut kita akan melahirkan generasi stunting dan berbahaya, stunting dapat didiagnosis sampai umur 5 tahun dan hanya dapat diubah di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), lebih dari itu sudah tidak bisa diubah lagi" harapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved