DPRD NTT Temukan Bantuan Rumah dari Pemprov di Manggarai Timur Bermasalah

- DPRD NTT menemukan persoalan bantuan perumahan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT bagi warga di Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Mangg

istimewa
ISTIMEWA - Anggota DPRD NTT, Yohanes Rumat saat bertatap muka dengan warga Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur. Area lampiran 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG - DPRD NTT menemukan persoalan bantuan perumahan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT bagi warga di Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).
Masalah yang ditemukan, yakni suplayer belum melunasi upah tukang yang membangun rumah bantuan tersebut.

Temuan ini disampaikan Anggota DPRD NTT , Yohanes Rumat,S.E kepada POS-KUPANG.COM ,Jumat (20/12/2019).
Hans sapaan Yohanen Rumat menyampaikan temuan itu usai bertatap muka dengan warga penerima bantuan di Matim.

Menurut Hans, proyek pembangunan 19 unit rumah layak huni di Desa Golo Loni Kecamatan Rana Mese, Matim itu sudah selesai dibangun, namun dana Rp 2,5 juta untuk biaya ongkos tukang belum dibayar oleh suplayer.

"Saya bertemu langsung dengan warga dan mereka sampaikan keluhan itu kepada saya. Menurut informasi dari warga dana untuk tukang itu akan diberikan kepada mereka sehingga nanti dibayarkan ke tukang, namun hingga kini uang itu belum diberikan," kata Hans.

Dia menjelaskan, kehadirannya di desa setempat untuk memantau pembangunan rumah bantuan dari Provinsi, dan memang ada sebagian rumah sudah dihuni oleh warga.

"Jadi ini persoalan serius, karena menyangkut uang upah tukang. Setelah saya dapat informasi dari warga, saya tegaskan bahwa suplayer harus bertanggungjawab jawab dan segera membayar. Dana yang belum dibayar Rp 2,5 juta dan jika total untuk 19 unit rumah, maka dananya sekitar Rp 50 juta," kata Hans.

Dia mengatakan, pihak memonitoring langsung kedesa dengan maksud sejauh mana pembangunan apa tepat sasaran tidak, jangan sampai persoalan yang sama terjadi di desa lain di NTT.

"Hari ini terjadi di desa Golo Loni ,Matim mungkin kejadian yang sama di desa lain khusus rumah bantuan dari Pemprov," katanya.

Hans juga meminta warg agar tidak boleh kaku dan takut menyampaikan hal itu kepada suplayer, karena itu hak, dan suplayer harus berkewajiban melunasi.

Halaman
12
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved