Breaking News:

Renungan Harian Kristen Protestan, 18 Desember 2019 : Allah Menggugat

Jadi Allah tidak hanya memberikan hukuman tetapi juga memberikan pengharapan bagi Yehuda untuk tetap menjadi umat pilihanNya.

ISTIMEWA
Pdt. Juditha Follabessy, M.Si 

Renungan Harian Kristen Protestan, 18 Desember 2019 : Allah Menggugat

Oleh : Pdt. Juditha Follabessy, M.Si. Pendeta GMIT pada Kefas Kampung Baru Oetete Kupang

POS-KUPANG.COM--Pada pertengahan abad ke-8 SM dalam masa kepemimpinan raja Uzia, terjadi kemakmuran ekonomi yang begitu pesat bagi para pedagang Israel sehingga kaum petani yang dahulunya mendapat tempat istimewa kini mulai tergeser.

Ketidakadilan pun terjadi dalam kehidupan Israel karena raja lebih memihak pada kesejahteraan pedagang daripada petani. Selain itu, karena perdagangan semakin maju maka semakin banyak orang Mesir yang berkunjung ke Israel sehingga kebudayaan mereka bercampur aduk.

Di sisi lain, ketimpangan moral dan kemerosotan iman pun tidak bisa dihindari. Kepercayaan-kepercayaan asing yang masuk di Israel membawa mereka pada penyembahan kepada dewa molokh sehingga praktek keagamaan yang palsu dan kosong menjadi bagian kehidupan Israel. Yehuda menipu Allah dengan kepalsuan dalam peribadatan mereka.

Hal inilah yang membuat Allah memanggil nabi Mikha untuk menyampaikan pesanNya kepada Yehuda yang sudah sesat. Sebagaimana yang tercatat dalam bacaan kita saat ini, Mikha 6 : 1 - 8 diawali dengan suasana semacam ‘gelar perkara’ antara Allah dan Israel. Allah melancarkan tudinganNya kepada Israel. (Ayat 3-“Hai umat-Ku, apa yang telah Kuperbuat terhadap kamu? Dalam hal apakah Aku menyusahkan kamu? Jawablah Aku!”)

Kalau mendengar Israel menggugat Allah itu hal biasa. Ketika Israel berhadapan dengan suasana yang tidak dibayangkan mereka, banyak kali mereka menggugat Allah-di Masa dan Meriba, di padang gurun, dsb. Tetapi kali ini kita mendengar sesuatu yang agak berbeda. Allahlah yang menggugat Israel. Allah yang mempertanyakan sikap Israel. Allah menggugat apa yang mereka lakukan.

Dalam gugatanNya Allah juga mengingatkan Israel tentang apa yang Allah telah lakukan bagi mereka, mulai dari membebaskan nenek moyang mereka dari tanah perhambaan Mesir sampai mengantarkan mereka masuk ke tanah perjanjian Kanaan dengan mengalahkan musuh-musuh yang hendak menghalangi mereka.

Sesudah itu diungkapkanlah berbagai tindak kejahatan yang mereka lakukan terhadap sesama mereka yang lemah, yaitu kekerasan fisik dan penindasan yang didorong oleh keserakahan akan kekayaan.

Mendengar gugatan Allah ini, Israel mencoba mengambil hati Allah dengan membawa persembahan kepada Allah. Mereka membawa korban bakaran, domba jantan, minyak bahkan anak sulung pun menjadi persembahan mereka. Mereka berpikir dengan persembahan inilah Allah akan berbalik dari murkaNya.

Halaman
1234
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved