Breaking News:

Geregorius, Cs Nyatakan Cabut Gugatan, Keuskupan Atambua Hanya Ingin Kepastian Hukum

Apabila penggugat tidak menggunakan hak tersebut, maka sidang akan dilanjutkan dengan agenda sidang berikutnya yaitu pembuktian

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/THOMAS MBENU NULANGI
Dua kuasa hukum Gereja Katolik Keuskupan Atambua, Yoseph Maisir, SH dan Fransiskus Jefry Samuel, SH. 

Geregorius, Cs Nyatakan Cabut Gugatan, Keuskupan Atambua Hanya Ingin Kepastian Hukum

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Sidang gugatan kepemilikan tanah Gua Bitauni dan sekitarnya yang digugat oleh para penggugat yakni Gregorius Taneo, Cs terus berlanjut di Pengadilan Negeri Kefamenanu, Senin (16/12/2019).

Sidang kali ini beragendakan pembacaan replik dari penggugat atas eksepsi, jawaban, dan gugatan rekonvensi dari tergugat Gereja Katolik Keuskupan Atambua.

Dalam sidang tersebut, kuasa hukum tergugat, Gereja Katolik Keuskupan Atambua yakni, Yoseph Maisir, SH dan Fransiskus Jefry Samuel, SH merasa terkejut.

Keduanya merasa terkejut karena para penggugat, Gregorius Taneo Cs menyatakan mencabut gugatan kepemilikan tanah Gua Bitauni dan sekitarnya.

Atas pernyataan tersebut, kata Maisir, secara prinsip pihaknya memaknai sebagai niat baik dari penggugat untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Oleh karena itu, pihaknya memberi apresiasi atas kemauan baik tersebut.

Namun secara hukum, proses pencabutan gugatan dilakukan setelah terjadinya proses jawab menjawab, maka penyelesaiannya tidak sesederhana mengeluarkan pernyataan tersebut, karena ada konsekwensi yuridis yang akan ditanggung oleh tergugat.

"Setelah kita mencermati, konsekuensi-konsekkuensi terutama nanti akan berimbas kepada para tergugat tujuh orang itu, ya kita memutuskan untuk menolak pencabutan gugatan itu, dengan demikian perkara tetap berjalan," tegasnya.

Dijelaskan Masir, penolakan tersebut tidak serta merta dimaknai bahwa para tergugat tidak ingin berdamai dengan penggugat dan tidak ingin menyelesaikan kasus tersebut.

Tergugat, jelas Maisir, hanya menginginkan adanya sebuah kepastian dan hak hukum dari para tergugat, serta juga kepastian dan kepentingan hukum dari para penggugat itu sendiri.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved