Opini Pos Kupang

Miss Universe 2019 dan Deklarasi Kesetaraan Humanis

Baca Opini Pos Kupang berjudul: Miss Universe 2019 dan Deklarasi Kesetaraan Humanis

Miss Universe 2019 dan Deklarasi Kesetaraan Humanis
Dok
Logo Pos Kupang

Baca Opini Pos Kupang berjudul: Miss Universe 2019 dan Deklarasi Kesetaraan Humanis

Oleh: Ansel Molan, Mahasiswa Pascasarjana STFK Ledalero Tinggal di Ritapiret

POS-KUPANG.COM - PERGELARAN pemilihan Miss Universe 2019 pada hari Minggu (8/12) waktu setempat di Tyler Perry Studio, Atlanta, Amerika Serikat cukup menggemparkan dunia. Dari sekian kontestan perwakilan negara-negara yang berjumlah kurang lebih 90 orang, Zozibini Tunzi, Puteri Afrika Selatan berhasil menemerikan mahkota Miss Universe 2019.

Perempuan 26 tahun asal Tsolo, Afrika Selatan ini menjadi unggulan dari dua puteri lainnya yang finis di tiga besar Miss Universe 2019, yakni Madison Anderson, Puteri Puerto Rico dan Sofia Aragon, Puteri Meksiko (Pos Kupang 09/12/2019).

Polisi Amankan 1 Pelaku yang Cabuli Siswi SMA di Kupang

Event Miss Universe 2019 telah menggunggah kesadaran publik (common sense) atas klaim deduktifnya bahwa pemenang ajang Miss Universe selalu didominasi oleh orang-orang kulit Putih.

Event akbar yang menobatkan perwakilan benua Afrika sebagai pemenang ini berhasil mencatatkan sebuah era baru, yaitu berakhirnya supremasi orang-orang kulit Putih atas orang-orang kulit Hitam yang secara historis merupakan bias futuristik dari ketidakadilan selama masa kolonialisme bangsa-bangsa Eropa di benua Afrika.

Pada masa ini benua Afrika dan sekitarnya, termasuk beberapa wilayah di Asia dianggap sebagai bangsa yang belum beradab, terbelakang atau Negara Dunia Ketiga yang sama sekali tidak berdaya di pentas global.

Puput Nastiti Devi Tinggalkan Rumah yang Asri Demi Ahok, Tampil Pertama Bersama Seragam Couple

Dengan tampilnya Zozibini Tunzi, supremasi dan ketidakadilan ini perlahan-lahan diredam dan dilawan sebaliknya kesetaraan humanis universal diangkat. Semua perempuan, siapa saja, kapan saja dan di mana saja, dan semua bangsa dengan asas kesetaraan humanis universal bisa berkompetisi di tingkat global.

Sebab semua manusia atau semua bangsa adalah setara sebagai warga dunia. Oleh karena itu, ajang Miss Universe 2019 sebenarnya adalah event perlawanan terhadap supremasi dan ketidakadilan akibat diferensiasi atau pengkotak-kotakan yang ada; orang-orang kulit Putih dari orang-orang kulit Hitam, Negara Dunia Pertama dari Negara Dunia Ketiga atau Negara Maju dari Negara Berkembang/Terbelakang.

Sebaliknya ajang ini telah menjadi momentum pendeklarasian kesetaraan humanis universal. Dalam dan melalui kesadaran kesetaraan humanis universal seruhan kepada solidaritas global untuk keluar dari krisis hidup bersama ini adalah sebuah keniscayaan.

Halaman
123
Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved