Besok Gelar Diskusi Akhir Tahun - Romo Darmin Mbula: NTT Perlu Selaras Dengan Kebijakan Mendikbud
Besok gelar diskusi akhir tahun - Romo Darmin Mbula: NTT perlu selaras dengan kebijakan Mendikbud
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
Besok gelar diskusi akhir tahun - Romo Darmin Mbula: NTT perlu selaras dengan kebijakan Mendikbud
POS-KUPANG.COM | KUPANG - "Pendidikan di Provinsi NTT perlu selaras dengan kebijakan Mendikbud RI, Nadiem Makarim. Karena itu, semua pihak perlu mendukung kebijakan yang ada demi kemajuan pendidikan di NTT."
Hal ini disampaikan Sekjen Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Pusat, Romo. Darmin Mbula di Kantor DPD RI NTT Senin (16/12/2019).
Rm Darmin menyampaikan hal ini berkaitan dengan akan digelarnya diskusi akhir tahun yang akan digelar oleh BMPS NTT pada Selasa (17/12/2019).
• Reaksi Direktris RSUD Maumere Ketika Mengetahui Korban KDRT Alami Pendarahan Hati
Seminar yang akan dilakukan itu bertajuk diskusi akhir tahun dengan tema “Evaluasi 2019 dan Proyeksi Pembangunan Pendidikan NTT Tahun 2020”.
Menurut Darmin, situasi pendidikan pada saat ini, dengan berbagai kecepatan, ketidakpastian, kompleks, dan penuh kebimbangan, maka sudah sepatutnya anak-anak didik atau generasi dilatih agar bisa berpikir, bernalar dengan baik.
"Anak didik juga harus bisa berkomunikasi entah dengan menggunakan bahasa ibu, nasional dan global/internasional. Ini dengan tujuan agar dapat menyikapi cara berpikir teknologi," kata Rm. Darmin.
• Ibu Rumah Tangga di Flores Timur yang Diinjak Suami di Perut Alami Pendarahan di Hati
Ketua Majelis Nasional Pendidikan Katolik ini mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BMPS NTT yang telah menggerakan seluruh praktisi pendidikan swasta, Pemprov NTT dan DPRD NTT agar secara bersama bisa berdiskusi terkait dengan proses pengembangan pendidikan, dalam gebrakan revolusioner dari Mendibud, Nadiem Makarim.
Dijelaskan, perlu adanya pembangunan paradigma baru dalam proses pendidikan dengan membentuk generasi yang mempu berkomunikasi bersama dengan perkembangan teknologi menuju pada era 4.0.
"Tentu agar upaya pendidikan itu membuat orang benar-benar bisa hidup, punya kehidupan dan punya penghidupan, dengan dasar bahwa dia harus menguasai bahasa, bahasa Inggris ataupun salah satu bahasa Asing untuk bisa berkomunikasi, serta bisa menggunakan, memakai, memanfaatkan kemajuan teknologi 4.0 ini," jelasnya.
Karena itu, lanjutnya, bukan belajar teknologinya tetapi cara berpikirnya, yang disebut dengan cara berpikir competition thingking, dan itu yang bisa membuat manusia beradaptasi dengan perubahan begitu cepat dan tidak pasti seperti saat ini.
Dia kembali menegaskan, perlu sekali menyikapi kebijakan baru dari Mendikbud Nadiem tersebut, dengan mengkonsepkan dan bergerak bersama guna meningkatkan peringkat pendidikan di NTT dari urutan 32 ke peringkat terbaik, sehingga terwujud selarasnya konsep pemerintah dalam membangkitkan dan mensejahterakan rakyatnya kedepan.
“Nah oleh karena itu, menurut saya apa yang dibuat oleh BMPS Provinsi NTT itu On The Track, pada jalan untuk betul-betul berkolaborasi, maka harapan saya pemerintah bekerja sama dan mendukung betul sekolah-sekolah swasta, karena dari data yang ada, pendidikan tingkat SD itu paling banyak diurus oleh Swasta, harapan saya adalah dengan pertemuan ini, kita mulai membangun dasar ini, SD, SMP, dan SMA/SMK,” ujarnya.
Ketua BMPS NTT, Winston Neil Rondo mengatakan, diskusi itu merupakan kerja sama BMPS NTT dan kantor DPD RI Provinsi NTT.
Menurut Winston, kegiatan itu melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan sekitar 200 peserta termasuk Praktisi Pendidikan dari berbagai sekolah yang ada di tanah Flobamora.