Benarkah Wanita Gemuk Lebih Sulit Hamil? Begini Jawabannya
Selain berisiko jadi sarang penyakit berbahaya, banyak orang yang percaya obesitas juga memicu wanita sulit hamil.
Benarkah Wanita Gemuk Lebih Sulit Hamil? Begini Jawabannya
POS-KUPANG.COM--Benarkah Wanita Gemuk Lebih Sulit Hamil? Begini Jawabannya
Berat badan yang kurang ideal memang berpotensi menimbulkan berbagai penyakit. Terutama mereka yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
Selain berisiko jadi sarang penyakit berbahaya, banyak orang yang percaya obesitas juga memicu wanita sulit hamil.
Pakar seksologi, dr. Boyke mengatakan, wanita yang obesitas memang cenderung sulit hamil.
"Wanita yang mengalami obesitas parah memiliki presentase 43% untuk tidak hamil dibandingkan dengan wanita berbadan normal," ujar dr. Boyke saat mengisi program Sex in The City Radio Sonora, Jakarta, Kamis (5/12/2019).
Dilansir dari thehealthsite.com, obesitas adalah salah satu penyebab utama yang mempengaruhi ovulasi dan kesuburan wanita karena mengganggu pola hormon dalam tubuh wanita.
Siklus haid pun bisa tidak teratur dan mengganggu fase ovulasi. Selain itu, penumpukan lemak di perut bisa menyebabkan produksi hormon pria yang bisa menghambat terjadinya ovulasi.
Obesitas juga bisa menyebabkan produksi insulin yang berlebih. Akibatnya ovulasi juga akan tidak teratur dan bisa menyebabkan kondisi yang disebut sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovary syndrome (PCOS), yaitu gangguan keseimbangan kadar hormonal.
Untuk melakukan program hamil, seorang wanita yang obesitas perlu melakukan usaha yang lebih besar.
• 13 Hari Lagi, Tanggal 28 Desember 2019, Suami Mulan Jameela Bebas, Ahmad Dhani Punya Rencana Besar
• Hi Guys, Ini Bahayanya Jika Membersihkan Wajah Dengan Tisu Basah
• Anda Wajib Tahu, Penyakit Yang Bakal Diderita Bila Memendam Amarah
Wanita yang obesitas juga rentan mengalami keguguran. Dan ketika sudah keguguran, untuk mencoba hamil lagi akan terasa lebih sulit. Obesitas meningkatkan risiko tiga kali lipat lebih besar seorang wanita mengalami keguguran dan kelahiran prematur.(*)