Anda Wajib Tahu, Penyakit Yang Bakal Diderita Bila Memendam Amarah
sering kali yang terlibat bukan hanya fisik dan pikiran, tetapi juga perasaaan dan emosi setiap orang yang beraktivitas.
Anda Wajib Tahu, Penyakit Yang Bakal Diderita Bila Memendam Amarah
POS-KUPANG.COM--Anda Wajib Tahu, Penyakit Yang Bakal Diderita Bila Memendam Amarah
Dalam melakukan kegiatan sehari-hari, sering kali yang terlibat bukan hanya fisik dan pikiran, tetapi juga perasaaan dan emosi setiap orang yang beraktivitas.
Emosi sendiri dibagi menjadi dua jenis yaitu emosi yang menyenangkan dan emosi yang tidak menyenangkan atau yang lebih dikenal dengan emosi negatif.
Emosi tak menyenangkan tersebut biasanya muncul sebagai rasa amarah, kecewa, malu, benci, dan beberapa emosi negatif lainnya yang jika tidak diolah bisa berujung pada penyakit psikosomatis.
Motivator Leadership, Arvan Pradiansyah menyatakan bahwa emosi tak menyenangkan, termasuk amarah, akan selalu mengikuti manusia hingga manusia tersebut bisa menyelesaikannya.
Lalu bagaimana jika tidak terselesaikan? Amarah yang tidak diselesaikan akan berujung pada berbagai penyakit psikologis, atau yang disebut dengan penyakit psikosomatis.
Psikosomatis adalah penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh manusia, ketika pikiran mulai memengaruhi tubuh hingga muncul penyakit atau membuat penyakit yang sudah ada menjadi lebih parah.
Penyakit psikosomatis ini sangat erat kaitannya dengan faktor psikis seseorang terlebih pada kondisi stres, marah, dan cemas.
“Emosi tak menyenangkan itu selalu mengikuti kita sampai kita mampu menyelesaikan, atau sering kali justru kita melupakan,” tambah Arvan.
Nah, pada saat emosi tak menyenangkan tersebut justru menumpuk pada bawah ingatan seseorang, hal ini lah yang bisa menyebabkan berbagai macam gangguan psikologis, atau yang dikenal psikosomatis.
Namun yang berbahaya adalah kondisi ini tidak dirasakan lagi karena memang sudah tertumpuk dengan masalah atau ingatan yang lainnya.
“Sebenarnya tidak lupa, amarah itu tertanam di dalam otak namun ketumpuk, dan akhirnya tertanam pada subconscious mind kita, dan itu yang akhirnya membuat psikosomatis muncul,” jelas Arvan.
Maka satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit psikosomatis adalah kemampuan yang baik dalam mengolah amarah.
Karena pada saat seseorang marah kesadaran orang itu akan menurun, sedangkan energinya akan naik secara signifikan.
Akibatnya, orang tersebut akan menggebu-gebu dan dirinya merasa paling benar dibandingkan dengan orang lain.
“Jadi kombinasi antara kesadaran menurun, energi meningkat, dan merasa paling benar ini adalah kombinasi yang sangat mematikan, yang bisa mematikan karir Anda juga,” sambung Arvan.
Amarah tersebut memang harus diungkapkan dan tidak baik jika dipendam, namun cara mengungkapkannya pun harus dengan hati-hati.
Mengapa Orang Marah?
Ada 2 faktor yang menyebabkan orang menjadi marah: eksternal dan internal.
Faktor eksternal : hal-hal yang datang dari luar diri seseorang. Contohnya marah kepada teman atau guru, dan lain-lain.
Faktor internal : adanya faktor-faktor yang ada didalam diri sendiri. Contohnya kekhawatiran terhadap sesuatu hal tertentu ketidakmampuan dalam berinteraksi atau pengalaman pahit masa lalu.
Beberapa faktor yang menyebabkan orang menjadi marah:
1.Merasa dirinya paling benar,cenderung meremehkan orang lain, maka terbentuklah sikap egois
2.Dendam merupakan perasaan sakit hati yang terpendam dalam hati seseorang yang sangat mudah memicu timbulnya kemarahan
3.Direndahkan, dicaci, dimaki, yang tidak pernah rela dihina walaupun orang hanya menyebutkan sidat dan kepribadiannya,karna pada dasarnya setiap manusia punya harga diri
4.Sengaja dihasut untuk bermusuhan dengan orang
5.Momentum yang tidak menyenangkan:
a.Ketika lapar
b.Ketika mengantuk
c.Ketika dalam kondisi kecewa
d.Ketika dalam kondisi sangat serius
e.Ketika dalam kondisi sakit
f.Ketika sibuk
g.Ketika dalam kondisi sedih
h.Ketika orang sedang kaget
i.Ketika sedang merasa malu
6.Kelelahan yang berlebihan
7.Zat-zat tertentu yang dapat menyebab marah
8.Hormon kelamin juga dapat mempengaruhi amarah seseorang. Untuk hal ini banyak yang dialami oleh seorang wanita yang sedang menstruasi.
Akan tetapi tidak semua wanita mengalami hal tersebut dan bersamaan pada waktu Pra-menstruasi. Itu mengapa kebanyakan wanita menjadi sangat sensitif di saat-saat Pra-menstruasi karna biasanya wanita mengalami sakit kepala, nyeri pada perut dan sakit pinggang.
Maka dari itu biasanya wanita akan merasa tertekan dan mudah marah.
Semua momentum yang disebutkan diatas, mungkin tidak terdapat pada semua orang, tetapi salah satu ada yang menonjol pada diri seseorang.
Maka kita tidak boleh berfikiran negatif kepada setiap orang, akan tetapi kita harus memahaminya, karna mungkin mereka sedang mengalami salah satu keadaan di atas.(*/Kompas)