Cristine, Potret Kolaborasi Penanganan Kasus Stunting, Simak Liputannya

-Cristine Ndoki, bayi mungil 23 bulan yang tinggal bersama Nenek Anita Soares (45) dan suaminya, Soares (64) di Desa Oebelo akhirnya direlakan keluarg

Cristine, Potret Kolaborasi Penanganan Kasus Stunting, Simak Liputannya
istimewa
  Keluarga dan tim Dompet Dhuafa mengantar Cristine Ndoki ke Panti Alma-Yayasan Bakti Luhur, Baumata, Rabu (11/12/2019)   

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM Fransiska Mariana

POS-KUPANG.COM-KUPANG-Cristine Ndoki, bayi mungil 23 bulan yang tinggal bersama Nenek Anita Soares (45) dan suaminya, Soares (64) di Desa Oebelo akhirnya direlakan keluarga untuk diasuh pihak Panti Alma-Yayasan Bakti Luhur pada Rabu, (11/12/2019). Cristine merupakan satu dari 11 anak gizi buruk yang ditangani Dompet Dhuafa dalam program Jaring Kesehatan Ibu dan Anak (JKIA). Sejak April 2019, Dompet Dhuafa melakukan intervensi terhadap kasus Cristine.

Polisi Bersama TNI dan Warga Kerja Bakti di Kelurahan Towak, Berikut Liputannya!

Berat badan Cristine kini 6 kg dan panjang tubuhnya 63 cm. Saat usia cristine 16 bulan, bobot tubuhnya hanya 4,2 kg. Badannya lemah, tidak seaktif balita pada usianya. Sehari-hari neneknya berjualan ikan dan kakeknya bekerja di ladang. Kedua pasangan lansia tersebut harus menghidupi Cristine dan 8 orang anak cucu lainnya.

Setelah melewati proses advokasi yang panjang, Nenek Soares dan keluarga bersedia menitipkan pengasuhan Cristine untuk sementara kepada Suster Regina dan keluarga besar Panti Alma. “Kami rela melepaskan, demi kesehatan Cristine. Kami akan sering berkunjung,“ ucap nenek Soares berkaca-kaca.

Menteri Desa dan PDTT Berkunjung ke Malaka. Simak Agendanya

Program pendampingan yang dilakukan Dompet Dhuafa terhadap Cristine yakni edukasi kesehatan dan gizi keluarga, pengukuran status gizi, pemberian PMT 4 bintang, dan sesekali mengantarkan bantuan sembako dari para donatur. Kader melakukan pemantauan setiap hari. Bulan Agustus lalu, bobot Cristine naik menjadi 6 kg, gerak motoriknya bertambah, ia pun bisa duduk sendiri dan berdiri. Namun persoalan belum selesai. Untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara lengkap, tim JKIA memeriksakan Cristine ke dokter spesialis di RSUD Naibonat. Dari hasil pemeriksaan dokter menyatakan Cristin menderita stunting kronis. Pihak keluarga tidak mengijinkan Cristine di rawat inap untuk perawatan intensif.

Dompet Dhuafa pun melakukan advokasi kasus stunting Cristine bersama pihak desa, Puskesmas Tarus, dan Babimkamtimnas Kabupaten Kupang. Mereka melakukan dialog bersama keluarga. Penyebab bayi perempuan itu menderita stunting antara lain karena persoalan lingkungan tempat tinggal dan sanitasi yang buruk, pola asuh yang salah, serta keadaan ekonomi yang sulit. Oleh karena faktor tersebut, keputusan yang diambil ialah Cristine harus dicarikan orang tua asuh lain. Namun sayang, keluarga belum bisa melepaskan Cristine. Mereka takut anggota keluarga mereka diambil. Akhirnya, setelah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Kupang dan pihak Kesatuan Peduli Perempuan dan Anak (KPPA), diputuskan solusi agar Cristine dirawat di Panti Alma, Baumata.

Kasus stunting menjadi persoalan nasional dan momok bagi NTT dengan angka stunting yang tinggi. Dompet Dhuafa melalui divisi kesehatannya, turut andil dalam pengentasan kasus stunting. Program JKIA dilakukan di 3 Desa di Kabupaten Kupang yakni Desa Oebelo, Desa Raknamo, dan Desa Tuapukan. Namun tentu saja permasalahan stunting tidak bisa dipegang oleh satu pihak saja. Butuh kolaborasi bersama untuk menyelesaikannya. Semoga Cristine-cristine lain di luar sana masih bisa diselamatkan kehidupannya. (cr1)

 

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved