Dilapor ke Kejari TTU, Mantan Rektor Unimor Prof. Sirilius Seran Siap Memberi Keterangan

Dilapor ke Kejari TTU, mantan Rektor Unimor Prof. Sirilius Seran siap memberi keterangan

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Mantan Rektor Unimor, Prof. Sirilius Seran 

 Dilapor ke Kejari TTU, mantan Rektor Unimor Prof. Sirilius Seran siap memberi keterangan

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Mantan Rektor Unimor Prof. Sirilius Seran mengaku siap jika nantinya diminta untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terkait dengan pengelolaan dana hibah yang dilaporkan oleh Kepala Sub Bagian (Kasubag) Penjaminan Mutu Unimor, Robertus Kefi.

"Kalau memang sudah dilaporkan dan kemudian disampaikan kepada kita, ya kita pasti akan memberikan mereka penjelasan," ungkap Prof. Sirilius kepada Pos Kupang melalui sambungan telepon selulernya, Kamis (12/12/2019).

Pencabulan Bocah 3 Tahun di Kupang, Direktris Lembaga Rumah Perempuan Kupang Angkat Bicara

Terkait dengan pengelolaan dana hibah tersebut, jelas Prof. Sirilius, memang oleh aturan, pada saat universitas tersebut dialihkan menjadi universitas negeri, Yayasan Pendidikan Cendana Wangi memberikan dana tersebut untuk masa transisi.

Menurutnya Prof. Sirilius, dana tersebut berasal dari yayasan yang menaungi universitas itu, sehingga apapun yang diilakukan harus mengikuti ketentuan yayasan tersebut.

Bangkai KM Shimpo Jadi Tontonan Warga di Pelabuhan Lewoleba

"Dan pertanggungjawaban kita itu mestinya kepada yayasan. Bukan kepada pihak lain. Sehingga selama ini kita berurusan sama yayasan," terangnya.

Prof. Sirilius mengungkapkan bahwa, laporan kepada Kejari TTU sebenarnya keliru, karena sumber dana tersebut berasal dari Yayasan Sandinawa sehingga segala bentuk pertanggungjawaban, harus kepada yayasan tersebut.

"Dan mau ada laporan begitu, mestinya setelah kita lapor ke yayasan, kemudian baru yayasan merasa dirugikan, baru dia bisa melapor," terangnya.

Prof. Sirilius mengatakan, berdasarkan aturan pihaknya memberi pertanggungjawaban kepada sumber pemberi dana. Oleh karena itu, pihaknya tidak mungkin memberi pertanggungjawaban kepada siapapun kecuali kepada pemberi dana.

Terkait dengan temuan dari dua lembaga yakni Inspektorat Jenderal Kementrian Riset dan Teknologi (Kemenistedik) dan dari Satuan Pengawas Internal (SPI) Unimor, jelas Prof. Sirilius, memang dari dulu kemungkinan dua lembaga tersebut melakukan audit berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

"Mungkin mereka mencacat mengikuti pola dan ketentuan PMK. Sementara penggunaan dana itu, kita mengikuti ketentuan yayasan. Nah kalau menggunakan ketentuan yayasan, kemudian mereka audit atau periksa menggunakan ketentuan PMK, tentu tidak akan dapat. Tidak akan ketemu, acuannya berbeda ," terangnya.

Meskipun demikian, karena masalah tersebut sudah dilaporkan ke Kejari TTU, dirinya siap untuk memberikan keterangan kepada penegak hukum terkait dengan pengelolaan dana tersebut. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved