Mendorong Inovasi Kebijakan Lokal Kabupaten Sikka

Kebijakan publik yang dilakukan di Kabupaten Sikka sudah melalui pendekatan - pendekatan lokal sehingga bupati dan wakil bupati mengikuti dan memahami

POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Dr.Frans Sales, S.Pd, MM 

INOVASIi Kebijakan publik yang dilakukan di Kabupaten Sikka sudah melalui pendekatan - pendekatan lokal sehingga bupati dan wakil bupati mengikuti dan memahami benar terhadap fenomena-fenoma dan kondisi empirik yang dialami seluruh masyarakat Kabupaten Sikka.

Diharapkan sebuah perumusan kebijakan yang baik pun harus melalui investigasi, observasi dan evaluasi terhadap pelaksaan suatu kegiatan pelaksaan kegiatan/proyek agar diketahui secara baik dan benar pelaksanaannya.

Terkait pendekatan publik yang diperagakan oleh obertus D. Robi M.Si, Idong dan  Drs. Romanus Woga sebagai Bupati dan wakil Bupati Sikka periode 2018-2023, ada model pendekatan paradigma baru.

Pendekatan itu adalah suatu cara pikir baru, cara kerja baru dan pendekatan- pendekatan publik baru untuk mempelajari kondisi empirik yang dialami di seluruh pelosok masyarakat Sikka.

Paradigma baru dalam berpikir, bertindak dan pendekatan baru ini bertujuan agar dalam merumuskan inovasi-inovasi kebijakan untuk pelayanan publik di Kabupaten Sikka harus berdasarkan kondisi empirik yang dialami oleh seluruh masyarakat Sikka.

Untuk itu, terkait dengan pendekatan -pendekatan paradigma baru (News Paradigma) yang dilakukan oleh Fransiskus Robertus D. Idong, S.Sos, M.Si, saya melihat ada urgensi yang cukup tinggi. Dan publik boleh merespon secara baik dengan berpikir positif (positif tinking).

Publik harus memberi ruang dan flexibilitas kepada kepala daerah untuk menata ruang publik niang Sikka secara kreatif dan inovatif untuk pembangunan dan pengembangan menuju Kabupaten Sikka yang kuat, maju dan mandiri di atas kaki dan pundak sendiri.

Oleh karenanya, mengusulkan pendekatan paradigma baru ini baik, dan untuk mengimplementasikan dalam sebuah kebijakan publik maka harus memperhatikan dalam suatu fase kebijakan dengan baik, diantaranya harus diagendakan dengan melibatkan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi,  ada tim ahli yang menformulasikan kebijakan berdasarkan kondisi empirik yang terjadi di seluruh masyarakat Sikka,

di Implementasikan, ada pengawasan, evaluasi/penyempurnaan pelaksaan akhir. Hal ini dimaksud agar sebuah inovasi kebijakan lahir benar-benar berdasarkan kondisi empiric publik dan akan diterimah oleh masyarakat.

Dengan dischedulekan setiap akhir pekan melakukan kunjungan kemasyarakat yang dilakukan oleh Fransiskus Robertus D. Idong. S.Sos, M.Si dan Drs. Romanus Woga, Bupati dan Wakil bupati Sikka melakukan kunjungan kerja yang tidak diseting secara protokoler ke seluruh pelosok Kabupaten Sikka adalah sangat baik dan mohon direspon dengan baik oleh publik Niang Sikka.

Karena kegiatan kunjungan tersebut adalah salah satu dari sejumlah syarat dari sebuah kebijakan pelayanan publik yang baik. Sehingga kebijakan yang lahirkan berdasarkan kondisi empirik yang di alami oleh seluruh pelosok masyarakat Kabupaten Sikka.

Untuk itu, mengajak kepada seluruh element masyarakat Sikka berkolaborasi dalam membangun Sikka harus dengan paradigma baru yaitu cara pikir baru, cara kerja baru dan pendekatan-pendekatan baru yang ramah, cepat, efisien, efektif, berkualitas dan produktifitas tinggi.
Sikka...Horo...Sikka ..Manise..

By. Dr. Frans Sales. S.Pd. MM

Frans Sales
Frans Sales (istimewa)
Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved