SADIS, Penemuan Jasad Balita Tanpa Kepala Gegerkan Warga, Korban Diduga Diculik Sejak 22 November
SADIS, Penemuan Jasad Balita Tanpa Kepala Gegerkan Warga, Diduga Hilang Sejak 22 November
"Dari bukti pakaian memang agak identik , tapi kami belum berani mengatakan itu ada Yusuf, kami masih menunggu hasil forensik," ucap Kapolresta Samarinda , Kombes Pol Arif Budiman singkat.
Sebelumnya, warga Jalan Antasari 2 Gang 3 RT 30 tiba tiba digegerkan dengan penemuan sesosok mayat diduga sosok mayat anak,
tanpa kepala di bawah rumah warga di kawasan parit aliran Sungai Karang Asam Kecil, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda Kalimantan Timur, Minggu (8/12/2019).
TribunKaltim.co menemui seorang, Ika (35) yang pertama kali melihat sosok mayat anak dengan kondisi mengenaskan, tanpa kepala di parit posisi di bawah rumahnya berbahan kayu, Ika .
"Saat aktifitas pagi setelah bangun tidur saya pergi membuang sampah ke jalan Siradj Salman, kemudian kembali ke rumah.
Tapi saat membuka jendela kamar melihat ada sosok benda putih di parit posisinya tepat di bawah jendela kamar tapi saya lanjutkan aktifitas.
Namun beberapa menit kemudian saya kok masih penasaran dan kembali mengamati kedua kalinya benda tersebut lebih dicermati,
terlihat seperti bentuk kaki dan badan anak kecil tapi saya langsung panggil suami saya kemudian tetangga Pak Erki untuk turun ke parit mengecek dan Ketua RT,
kemudian memanggil polisi untuk memastikan sosok mayat yang ditemukan karena perasaan saya tidak enak,"tuturnya.

"Memang istri saya setelah bangun tidur kemudian membuka jendela kamar sekitar pukul 06.00 Wita, kondisi hari sudah agak terang perasaan istri tidak enak.
Biasanya kami melihat penampakan biawak hidup di parit tapi ini berbeda ternyata nampak mayat anak bayi tanpa ada kepalanya.
Saya dan istri tak punya firasat apapun mengenai kejadian ini. Dan kami panggil tetangga pak Erki yang berani untuk mengambil sosok mayat tersebut," tambahnya.
Sementara Erki (38) warga RT 30 yang turun ke parit mengecek memastikan sosok tersebut mayat tak utuh berukuran sekitar 50 centimeter dengan kondisi berupa badan hingga kaki , sementara kedua tangan sudah rusak di parit aliran Sungai Karang Asam Kecil.
"Saya biasanya pagi berada di depan mengamati dan menyiapkann rombong pentol bakso dagangannya di halaman rumah, sebelum berangkat berjualan keliling dan biasa melihat tetangga Ika membuka jendela jika di pagi hari.
Dan tadi pagi saat duduk memang saya inisiatif turun ke parit sekitar pukul 8.00 Wita," ujarnya.