Breaking News:

Renungan Harian Kristen Protestan, 6 Desember 2019 : Keluarkan Racun Dosa Dari Tubuh Iman Kita

Yohanes Pembaptis yang tampil di panggung sejarah sebagai seorang utusan Tuhan yang berani menyatakan tentang kebenaran

Editor: Rosalina Woso
dokumentasi pribadi
Pdt Dina Dethan Penpada MTh 

Renungan Harian Kristen Protestan, Sabtu, 7 Desember 2019 : Keluarkan Racun Dosa Dari Tubuh Iman Kita

Matius3 : 1 – 12

Oleh : Pdt. Dina W. DethanPenpada, MTH (Sekbid Personil GMIT)

POS-KUPANG.COM--Hari ini bukan kebetulan, bacaank ita juga berbicara tentang Yohanes Pembaptis yang tampil di panggung sejarah sebagai seorang utusan Tuhan yang berani menyatakan tentang kebenaran Tuhan meski pada akhirnya ia harus menerima resiko kematian.

Yohanes Pembaptis memulai pelayanannya dengan menyerukan di: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat“. Kata-kata ini sangat mengganggu banyak orang, sehingga mereka mau datang dan memberi diri dibaptis.

(Menurut para ahli, baptisan yang dilakukan Yohanes, mengikuti tradisi Perjanjian Lama, misalnya Imamat 15:13 yang dikenal dengan mandi suci. Jadi ini bukan seperti baptis ulang yang kita pahami saat ini. Mandi suci ini biasanya diawali dengan pengakuan dosa. Ada formulasi tertentu yang diucapkan sebelum dibaptis.

Dikatakan di ayat 7 bahwa selain orang banyak yang datang, Orang-orang Farisi dan Saduki juga datang untuk dibaptis. Yohanestidak segan menyebut mereka dengan sebutan ular beludak yang memiliki racun dosa dalam kehidupannya.

Yohanes mengkritisi pemikiran yang telah menjadi racun dalam diri bangsa Israel, bahwa garis keturunan Abraham sebagai jaminan keselamatan masa depan. Mereka merasa akan diselamatkan Tuhan Allah secara otomatis karena keturunan Abaraham.

Pemikiran semacam ini merupakan racun dosa yang merusak tubuh iman mereka. Israel memang melalui bapak luluhur Abraham telah mengikat perjanjian dengan Abraham. Namun perjanjian ini oleh Israel dipahami sebagai hak dan melupakan kewajiban untuk taat dan patuh kepada kehendak Allah.

Dengan tegas Yohanes mengatakan bahwa anak-anak Abraham bisa binasa dan Tuhan dapat mengganti mereka dengan anak-anak Abraham yang diciptakan dari batu-batu. Artinya, bahwa rasa nyaman berdiri dibalik kebesaran nama Abraham sama sekali tidak bisa mengubah kehidupan dan masa depan mereka.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved