Kasus Pembunuhan di Sikka

BREAKING NEWS: Gabriel Sina Dibunuh di Kebun Polosono, Sikka, Pelaku Menyerahkan Diri ke Polisi

BREAKING NEWS: terjadi lagi kasus pembunuhan, Gabriel Sina dibantai di Kebun Polosono, Sikka, pelaku Menyerahkan Diri ke Polisi

2. Abel dihabisi keponakan di Kebun Polosono diduga terkait klaim batas lahan

Sanak keluarga meratapi jasad Gabriel Sina di ruang jenazah RSUD dr.TC.Hillers, Maumere, Pulau Flores. Korban dibunuh, Sabtu (7/12/2019) pagi di kebun di Polosono, Desa Kolisia A, Kecamatan Magepanda, 16 Km arah utara Kota Maumere, Pulau Flores.

Soal kasus pembunuhan di Sikka Abel dihabisi keponakan di Kebun Polosono diduga terkait klaim batas lahan

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Klaim batas lahan yang tak terselesaikan di Polosono, Desa Kolisia A, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Pulau Flores membawa korban nyawa.

Gabriel Sina yang akrab disapa Abel Mo'a (63), meregang nyawa di kebunya, Sabtu (7/12/2019) pagi diduga dihabisi oleh EJ (35) yang bertatus keponakan.

Putra korban, Roby Mo'a menuturkan batas lahan yang kini digarap ayahnya di Polosono diduga digeser belasan meter oleh EJ. Kejadian ini berlangsung sejak tahun 2018.

 Taman Nostalgia Kota Kupang Kurang Dijamah, Ini Jawaban Kabid Lingkungan Hidup

"Mereka geser dan cangkul jadi kebun sayur. Saya duga batas lahan digeser ini menjadi sumber masalah sampai bapa dibunuh oleh EJ," kata Roby kepada pos-kupang.com, di RSUD Maumere.

Roby mengaku tidak punya firasat buruk, ayahnya akan dibunuh oleh EJ. Selama hidup, kata Roby, ayahnya tidak memiliki musuh. Ia juga tak menceritakan apapun kepadanya.

 Transformasi Agama

Hari Sabtu pagi, kata Roby, dia dan istrinya mencangkul petak sawah dijadikan kebun sayur. Pada saat bersamaan, ayahnya dan ibu tirinya Edita Keron juga ke kebun memetik kacang panjang dijual ke pasar.

Menurut Roby, ibu tirinya tidak menyadari ketika dia sedang mengikat kacang panjang, suaminya dibantai. Ia mengaku tidak mendengar suara ribut.

"Mama (tiri) ikat kacang panjang di pondok. Bapa pergi putar kincir air. Mungkin pada saat itulah dia bunuh. Dari pihak kami tidak ada yang melihat bapa dibunuh," ujar Roby.

Adik kandung korban, Herman Ranu, juga menduga masalah batas lahan diklaim oleh pelaku menjadi sumber pembunuhan kakaknya. Batas lahan miliknya digeser beberapa meter dari posisi semula. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius Mo'a)

Halaman
Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved