Pemboman Ikan di Flores Timur

Ini Kronologi Penangkapan Nelayan Pembom Ikan di Adonara, Flores Timur

Ini kronologi penangkapan nelayan Pembom Ikan di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur

Ini Kronologi Penangkapan Nelayan Pembom Ikan di Adonara, Flores Timur
POS-KUPANG.COM/Foto danposmat TNI AL Flores Timur
Barang bukti ikan hasil pemboman diamankan Danposmat TNI AL dari nelayan pembom ikan asal Desa Waiwuring, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Flores Timur, Jumat (6/12/2019). 

Ini kronologi penangkapan nelayan Pembom Ikan di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Penangkapan Nasrun  Dagam, nelayan  asal Desa Waiwuring,  Kecamatan  Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten  Flores   Timur,   membom  ikan di  sekitar pelabuhan fery di  Deri, Jumat (6/12/2019) siang  oleh  Komandan Posmat  TNI  AL  Flores   Timur (Flotim)  dilakukan penuh  perjuangan.

Komandan Pangkalan  TNI  AL (Lanal)  Maumere, Kolonel (Marinir)  Totok  Nurcahyanto,   menjelaskan  penangkapan  bermula  dari   laporan  warga     pukul   10.27 Wita ke   Danposmat    Flotim,  Serka Muhamad  Sangidun.

Tujuh Barang Bukti Diamankan Posmat TNI AL Flores Timur, Ada Sisa Bom Ikan dan Obat Nyamuk

Laporan  melalui  aplikasi Whatsap  menyertakan foto  bodi  menyebutkan   telah terjadi  pemboman  ikan di  sekitar Pelabuhan Fery  di  Deri,  Kecamatan Witihama, Pulau Adonara.

“Danposmat berkodinasi dengan Kabid Pengawas Perikanan  Dinas Kelautan dan Perikanan  (DKP) Flotim supaya mengejar menggunakan Sea Raider milik LSM WCS.  Karena skoci Posmat sedang  perawatan  dua hari.   Ternyata Sea Raider milik WCS dan kapal patroli punya   DKP  juga docking,” kata   Totok  Nurcahyanto.

Pembom Ikan di Pulau Adonara Flores Timur Sembunyikan Dua Botol Bom Ikan

Tak  ada   kapal,  kata Kolonel Totok Nurcahyanto,   Danposmat mengajak  Phl, Zafausan Fauzi  berangkat ke lokasi   menggunakan sepeda motor.  Selama   perjalanan,  komunikasi  terus   terjalin dengan pelapor  menyatakan pelaku  telah selesai  bom.  Pelaku   telah  menuju ke Pelabuhan Rakyat  di Desa Waiwuring.

Sekitar  pukul  12.00 Wita, Danposmat tiba   di Waiwuring. Ia   sempat  singgah di   rumah  kepala   desa, namun kepala  desa  tak ada. Danposmat memerintahkan Fauzi  mengamati  perahu sesuai foto  yang diberikan oleh warga.

Saat  itu, perahu  dan  nelayan  berada dekat pelabuhan rakyat Waiwuring.  Nelayan  sedang merapikan perahu dan selesai menurunkan ikan ke darat.

Danposmat memerintahkan  nelayan  ke darat. Namun  ia  melawan bahkam menyembunyikan barang bukti, memindahkan di sebuah kotak ke samping kapal yang sedang berlabuh.

“Danposmat perintahkan Fauzi tangkap pelaku dan cek barang yang telah dipindahkan.  Terjadi  saling dorong  dan hampir baku pukul.  Dia  tidak mau   menyerahkan kotak yang telah di pindahkan tadi.  Danposmat melepaskan  tembakan peringatan tiga  kali.   Pelaku   tidak melawan.  Setelah  dicek  ada  dua  botol  berisi bom ikan siap pakai.

Pelaku dan barang  bukti di bawa ke darat,” kata   Totok Nurcahyanto.

Dalam  introgasi,  pelaku  mengaku telah membom ikan  bersama empat  rekan  menggunakan dua  perahu.  Namun,  reaknya   telah kabur  duluan ke darat.

Saat itu  masyarakat sekitar Pelabuhan Waiwuring mulai berkerumun. Kerabat  pelaku menangis histeris. Suasana   yanng kurang kondusif,  Danposmat  bersama  Fauzi  menonda pelaku dan barang bukti   menuju  Larantuka.   (laporan wartawan pos-kupang.com,  eginius mo’a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved