Pemerintah Desa Golo Watu Perkenalkan teknologi Arang Sekam, Simak Manfaatnya

-Pemerintas Desa Golo, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Rabu (4/12/2019) pagi memfasilitasi pelatihan pertanian organik untuk mempromosikan p

Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen
PK/RIS
PELATIHAN-Pemerintas Desa Golo, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Rabu (4/12/2019) pagi memfasilitasi pelatihan pertanian organik untuk mempromosikan penggunaan limbah pertanian arang sekam kepada 24 pengurus kelompok tani dari 4 dusun di Desa Golo Watu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-RUTENG-Pemerintas Desa Golo, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Rabu (4/12/2019) pagi memfasilitasi pelatihan pertanian organik untuk mempromosikan penggunaan limbah pertania arang sekam kepada 24 pengurus kelompok tani dari 4 dusun di Desa Golo Watu yaitu Dusun Rua, Golo Watu, Nengkem dan Watu Ncarong.

Gabriel, Kepala Desa Golo Watu kepada wartawan di lokasi pelatihan, Rabu (4/12/2019) siang menjelaskan, kegiatan pelatihan pertanian ini merupakan tindaklanjut dari komitmen kami pada kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) yang diselanggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai tahun 2018 di Aula Asumpta Ruteng.

Pembiayaan kegiatan pelatihan ini, kata Gabriel, bersumber dari Dana Desa yang dianggarkan pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Golo Watu Tahun 2019.

Lebih Lanjut, Gabriel mangatakan kepada peserta bahwa pelatihan ini merupakan kebutuhan kita semua maka peserta harus mengikuti pelatihan dengan serius agar materi yang diberikan oleh narasumber dapat meningkatkan pengetahunan, motivasi dan keterampilan peserta sehingga diharapkan setelah pelatihan kelompok tani yang hadir pada pelatihan ini dapat berbagi keterampilannya kepada anggota kelompok dan juga menerapkannya di kebun sendiri.

“Saya ingatkan kembali pelatihan ini adalah kegiatan untuk menyelesaikan masalah kita di sini yaitu lahan kita kurang subur, masih banyak lahan yang belum produktif, padahal lahan kita sangat berpotensi untuk ditanami oleh 2 jenis tanaman umur panjang, seperti cengkeh dan buah-buahan. Selain cocok untuk tanaman umur panjang, lahan kita juga sangat mungkin untuk ditanami jagung dan berbagai jenis sayur-sayuran,” ungkap Gabriel.

BREAKING NEWS: Dikabarkan Hilang, Gadis Belia di Kupang Ditemukan di Kamar Hotel Usai Layani Pria

Dia menambahkan juga meskipun juga mengalami masalah kekurangan air , kita tetap fokus kepada usaha pertanian.

Pemerintah Desa Golo Watu, ungkap Gabriel, sudah mengusulkan kepada pemerintah kabupaten agar dibangunkan embung untuk mendukung pertanian di empat dusun di Desa Golo Watu.

Embung tersebut nanti, lanjut Gabriel, sebagai sumber air untuk menyiram tanaman, baik tanaman umur pendek maupun Panjang.

Harapan lain dari Kepala Desa Golo Watu adalah peserta harus mampu memproduksi pupuk bokasih dalam jumlah besar, agar tahun depan Dana Desa bisa dialokasikan untuk pengadaan pupuk bagi petani dengan cara membeli pupuk yang diproduksi oleh petani yang ikut pelatihan hari ini.

Guna mewujudkan harapan tersebut, tegas Gabriel, Pemerintah Desa akan mengalokasikan anggaran untuk penyediaaan bahan baku dan peralatan mesin agar alumni pelatihan dapat memproduksi pupuk organik dalam jumlah yang banyak. Hal ini sangat beralasan, sebab sekarang ini jumlah pupuk kimia semakin berkurang di pasaran dan jika ada harganya cukup mahal, tentu pupuk organik sangat membantu petani sebab bahan baku cukup banyak tersedia di desa Golo Watu

Gregorius Mantur, S.Pt , Tenaga Ahli Teknologi Tepat Guna mengatakan, pelatihan teknologi tepat guna hari ini merupakan realisasi dari komitmen Pemerintah Desa Golo Watu yang disampaikan pada Bursa Inovasi Desa (BID) tingkat Kabupaten Manggarai tahun 2018.

“Tujuan pelatihan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Petani terkait petanian organik dan output kegiatan, untuk jangka pendek adalah peserta pelatihan dapat membuat pupuk bokashi sendiri dan berharap mereka juga menggunakan pupuk bokasih pada sayur-sayuran sehingga apa yang didapat peserta pada pelatihan ini bisa membantu mengatasi persoalan stunting, sebab pupuk organik jika diterapkan pada sayur-sayuran dapat menghasilkan sayur-sayuran sehat dan bergizi," ungkap Goris.

Lebih Lanjut, Goris berharap kelompok tani dapat mempraktekkan keterampilannya di kelompok masing-masing dan menerapkannya pada pekarangan dan kebun untuk meningkatkan ekonomi dan gizi keluarga. Sedangkan kepada Pemerintah Desa Golo Watu diharapkan untuk melakukan pendampingan atau pemantaun guna menjamin keberlanjutan dan juga memikirkan dukungan ternak kepada alumni pelatihan ini untuk menjamin kontinuitas ketersedian bahan baku pupuk.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Yayasan Ayo Indonesia untuk mengajarkan peserta tentang melek keuangan, penyusunan rencana keuangan keluarga dan cara mengolah limbah pertanian menjadi pupuk Bokashi Plus.(ris)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved