Ini yang Dilakukan Pemerintah dalam Penanganan Konvergensi Stunting di NTT

Pemerintah pusat melalui Sekretariat Wakil Presiden dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT melalui Badan Perencanaan Pembangunan , Penelitian da

Ini yang Dilakukan Pemerintah dalam Penanganan Konvergensi Stunting di NTT
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Kepala Bappelitbangda NTT, Lecky Koli,S. TP, M.Si , Kannadi Hari Janto dari TP2AK Setwapres RI, Kadis PMD NTT, Drs. Sinun Petrus Manuk pose bersama pada acara Semiloka implementasi kemitraan dalam penanganan konvergensi stunting di NTT. Kegiatan ini berlangsung di Swiss Belinn Kristal , Rabu (4/12/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS -KUPANG.COM/KUPANG - Pemerintah pusat melalui Sekretariat Wakil Presiden dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT melalui Badan Perencanaan Pembangunan , Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) NTT menggelar Semiloka Implementasi Kemitraan dalam Penanganan Konvergensi Stunting di Provinsi NTT.

Kegiatan ini berlangsung di Swiss Belinn Kristal, Jalan Timor Raya, Rabu (4/12/2019).
Acara ini dibuka oleh Wakil Gubernur NTT , Josef Nae Soi yang diwakili Kepala Bappelitbangda NTT, Lecky Koli, S.TP, M. Si . Hadir dari Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres),Kannadi Hari Janto, Kepala Dinas PMD NTT, Drs. Sinun Petrus Manuk, sejumlah stakeholder serta undangan lainnya.

Sementara dari Sekretariat Wapres RI,
Dalam laporan panitia yang disampaikan Kepala Bidang Pemerintahan ,Sosial dan Budaya ,Bappelitbangda NTT, Johny Ataupah,S.P,M.M mengatakan semiloka itu bertujuan untuk mencari model pencegahan dan penanganan stunting yang baik sehingga diharapkan dapat menjadi model penanganan stunting secara nasional.

"Tujuan lain, adalah untuk mensosialisasikan dan mengadvokasi program atau kegiatan pencegahan dan penanganan stunting oleh berbagai stakeholder di lokasi sasaran di kabupaten terpilih," kata Johny.

Acara ini melibatkan beberapa perangkat daerah ,yakni  Dinkes, Dinas PMD,yakni lebih kearah Kadar Pembangunan Manusia dan Dana Desa, Dinsos membahas soal PKH dan Dinas PUPR NTT menyangkut ketersediaan air bersih "Ada juga panel tiga kabupaten, yakni Kabupaten Kabupaten Kupang, TTS dan Kabupaten TTU. Ini langkah awal sehingga kita harus serius ," ujarnya.

Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli, S.TP, M.Si mengatakan, beberapa tujuan dari semiloka itu, adalah untuk mensosialisasikan dan mengadvokasi program atau kegiatan pencegahan dan penanganan stunting oleh berbagai stakeholder di lokasi sasaran di kabupaten terpilih.

BAHAYA !: FIFA Hukum 2 Tim Sepakbola Liga 1 Indonesia Tak Bisa Transfer Pemain, Ini Pelanggaran

"Tujuan lain, yakni untuk menciptakan model pencegahan dan penanganan stunting terintegrasi di tingkat desa dan berikut untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan masalah kekurangan gizi dalam penyiapan generasi masa depan yang unggul," kata Lecky.

Sedangkan sasaran dari semiloka itu, adalah pelaksanaan kegiatan ini adalah pemangku kepentingan terkait di tingkat provinsi dan kabupaten terpilih yaitu Kabupaten TTS (kasus tertinggi), Kabupaten TTU (prevalensi tertinggi) dan Kabupaten Kupang.

Dia mengharapkan dengan pelaksanaan kegiatan itu maka akan dirumusan rencana tindak lanjut berupa penyiapan teknis implementasi penanganan masalah malnutrisi – stunting pada lokasi desa sasaran kasus stunting di kabupaten terpilih untuk selanjutnya dapat dijadikan model penanganan bagi desa lain dalam kabupaten maupun di tingkat provinsi.

Kannadi Hari Janto dari Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (TP2AK) ,Sekretariat Wapres RI mengatakan, pihaknya hadir untuk memperkuat apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah provinsi, kabupaten dan kota.
"Kita terus mendorong provinsi dan kabupaten untuk mengangani stunting. Penanganan stunting di
NTT akan jadi model penanganan stunting," kata Kannadi.

Dikatakan, di NTT proses penanganannya cukup kompleks, baik oleh pemerintah, perguruan tinggi, LSM dan lainnya.

Kepala Bappelitbangda NTT, Lecky Koli,S. TP, M.Si , Kannadi Hari Janto dari TP2AK Setwapres RI, Kadis PMD NTT, Drs. Sinun Petrus Manuk pose bersama pada acara  Semiloka implementasi kemitraan dalam penanganan konvergensi stunting di NTT. Kegiatan ini berlangsung di Swiss Belinn Kristal , Rabu (4/12/2019).
Kepala Bappelitbangda NTT, Lecky Koli,S. TP, M.Si , Kannadi Hari Janto dari TP2AK Setwapres RI, Kadis PMD NTT, Drs. Sinun Petrus Manuk pose bersama pada acara Semiloka implementasi kemitraan dalam penanganan konvergensi stunting di NTT. Kegiatan ini berlangsung di Swiss Belinn Kristal , Rabu (4/12/2019). (POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru)
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved