Bom Ikan di Flotim

BREAKING NEWS: Penangkapan Pembom Ikan di Flotim, Empat  Nelayan Kabur  ke Bukit, Dua Sembunyi

Empat orang nelayan yang diduga warga Kabupaten Nagekeo dan Ende, berhasil kabur di balik bukit Pantai Pruda, Kecamatan Waibalama, Kabu

BREAKING NEWS: Penangkapan Pembom Ikan di Flotim, Empat  Nelayan Kabur  ke Bukit, Dua Sembunyi
Foto/Lanal  Maumere
Tim terpadu Posmat, TNI AL Flotim dan DKP Flotim menangkap nelayan pemboman ikan,Jumat (29/12/2019) di pantai Perairan Pruda, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Pulau Flores.   

POS-KUPANG.COM, MAUMERE---Empat  orang nelayan   yang diduga warga  Kabupaten  Nagekeo dan  Ende,  berhasil kabur  di  balik   bukit  Pantai Pruda, Kecamatan  Waibalama, Kabupaten  Sikka, Pulau  Flores,  Jumat (29/11/2019) siang.

Kawanan  nelayan  pelaku pembom  ikan  kabur dari  kejaran   tim  gabungan  Posmat  TNI AL  Flotim, dan  Dinas Kelautan dan Perikanan  (DKP)  Flotim  dari Perairan  Ojandetun,  Kecamatan Wulanggitang,  Kabupaten Flores  Timur  hingga di  Pantai  Pruda.

Komandan Pos Pengamat (Danposmat)  TNI AL Flores  Timur, Serka Muhamad  Sangidun,  dihadapan Danlanal  Maumere, Kolonel  (Marinir)  Totok Nurcahyanto,  pengerajan keenam  nelayan  ini berlangsung  dua hingga tiga jam.

BAHAYA !: FIFA Hukum 2 Tim Sepakbola Liga 1 Indonesia Tak Bisa Transfer Pemain, Ini Pelanggaran

Ketika  pengejaran sampai  di Pantai  Desa Pruda,   kata   Singidun, keenam  nelayan  yang  menumpang  dua bodi  jolor melakukan manuver ke pantai terjal dan berbatu.  Tindakan  sengaja  itu  dilakukan menghalangi pengejaran oleh tim  terpadu.  Mereka  lalu  melompat ke laut meninggalkan  bodi  jolor.

 Rupanya  perhitungan  para  nelayan ini  keliru.  Nelayan  tradisional di  perairan  Pruda menyaksikan  kejadian ini   memberikan  bantuan  kepada   tim  terpadu  bisa menjejakan kaki  di   darat.

“Kami  kejar menyisir  pantai  dan tebing di Pruda. Sekitar  150-an meter penyisiran,  pelaku  berlari terpencar. Saya  lepaskan  tembakan peringatan empat kali agar tidak  lari. Kami   terus  kejar pelaku  ke arah bukti  dari dua   arah, tidak   terlihat  lagi. Kami bisa  temukan dua pelaku   sembunyi  di  balik  batu  tanpa  perlawanan,” imbuh Sangidun..

Sekitar pukul 14.00  Wita, Jumat  (29/11/2019), kedua  pelaku   terindentifikasi  Mansyur  Saleh (25), dan Maswar Pala  (26),  warga Dusun  Peko, Desa Maubasa Barat, Kecamatan  Ndori, Kabupaten  Ende dibawah ke  Larantuka.

Barang  bukti jolor  bersisi   ikan diduga hasil pemboman  diamankan. Sedangkan  bahan peledak diakui  nelayan  telah habis digunakan membom ikan.

Empat  pelaku  diduga  kabur   yakni  Novel   (28),  dan Ivan   (18),  keduanya asal   Kabupaten  Nagekeo.  Sedangkan    Manto (28),  dan   Jenggo  (26)  asal  Desa Maubasa, Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende. (laporan wartawan pos-kupang.com, eginius  mo’a).

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved