Tak Seindah Motif, Penjual Sarung Tenun Ikat di Maumere Jemur di Bawah Atap Langit

kaum perempuan mencari tempat teduhan di bawah pohon sekitar lokasi jualan atau di emperan los pasar yang kosong.

Tak  Seindah Motif,  Penjual   Sarung Tenun Ikat di  Maumere  Jemur di Bawah Atap Langit
POS KUPANG/EUGINIUS MO'A
Penjualan sarung ikat tenun jualan di lapangan parkir Pasar Alok, Kota Maumere, Pulau Flores,Selasa (3/12/2019). 

Tak  Seindah Motif,  Penjual   Sarung  Ikat Tenun Ikat di  Maumere  Jemur di Bawah Atap Langit

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Sarung ikat tenun  Sikka  karya  kaum perempuan  di Kabupaten  Sikka, Pulau  Flores,    menjadi  salah satu andalan  produksi kerajinan dan jualan pariwisata hingga ke  mancanegara.

Banyak penggemar  dari luar  Kabupaten  Sikka selalu  memburu  mendapatkanya.  Namun  kehadiran produk  kerajinan   ini  rupanya  kurang tempat yang  layak  dalam  penjualanya di  Pasar  Alok   Kota Maumere. Motif   indah kreasi  kaum  perempuan,   belum seindah dan nyaman  menjajakan  kain  serung  ikat tenun ini.

Setiap   hari  Selasa,  hari pasar  tradisional  terbesar di  Kota Maumere,  puluhan  hingga   100-an kaum perempuan menggelar   kain  sarung tenun  ikat dibawah   terik matahari  beralaskan lantai  tempat parkir.

Pemandangan  ini  telah berlangsung setiap  pekan  pada  hari  pasar mingguan ini berlangsung.  Kain sarung diletakan dilantai beralasan  tas   kresek  atau  karung plastik.  Transaksi  berlangsung sekitar  dua hingga  tiga jam sejak  pukul  06.00 Wita  hingga pukul  09.00  Wita.  

Ketika matahari  makin  tinggi dan panasnya  terasa  membakar kulit,  kaum  perempuan  mencari  tempat teduhan di bawah pohon sekitar  lokasi  jualan atau di  emperan   los pasar yang kosong.

Maria  Marsiana, penjual sarung asal   Kecamatan  Nita mengaku  setiap    hari Selasa   penjual   sarung  ikat tenun menempati  halaman  parkir. Mereka  berjualan dua  hingga  tiga  jam dan  ketika matahari  makin panas mencari  tempat teduh.

“Tempat  kami  setiap  hari  Selasa di  sini. Kalau  rumah  (los)   itu  sudah ditempati  penjual  yang menetap di sini.  Kami  hanya seminggu sekali datang pada hari  Selasa,” kata  Maria  Marsiana.

SEDANG Berlangsung Live Streaming RCTI SEA Games 2019 Badminton Putri Indonesia vs Thailand,Cek Link

Pilihan Maria Geong Terhadap Bakal Calon Wakil Bupati Yang Mendampinginya, Ini Yang dia Jelaskan

Hi Guys, Kepoin Yuk! 13 Kebiasaan yang Dianggap Sepele Padahal Berbahaya Bagi Kesehatan

Marsiana  dan  kaum perempuan mengharapkan disediakan  tempat yang lebih layak  bagi  mereka   setiap Selasa. Ia  mengaku  kurang nyaman  jualan di lapangan parkir, namun  tidak  ada lagi tempat yang lain  bagi mereka.  (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius Mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved