Masih Menderita Sakit, Korban Penganiayaan Oknum ASN di Lembata Tidak Ikut Ujian Sekolah

Masih Menderita Sakit, Korban penganiayaan Oknum ASN di Lembata tidak ikut ujian sekolah

Masih Menderita Sakit, Korban Penganiayaan Oknum ASN di Lembata Tidak Ikut Ujian Sekolah
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Korban penganiayaan, MRS (17), sedang berada di Unit PPA Polres Lembata didampingi Ketua Ketua LSM Peduli Perempuan dan Anak Lembata (Permata), Maria Loka, Selasa (3/12/2019) 

Masih Menderita Sakit, Korban penganiayaan Oknum ASN di Lembata tidak ikut ujian sekolah

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - MRS (17), korban penganiayaan oleh oknum Aparatur Sipil Negara ( ASN) di Kabupaten Lembata masih belum bisa masuk sekolah dan mengikuti ujian akhir semester karena masih menderita sakit pada sekujur tubuhnya.

Sementara itu, ujian akhir semester di tempat dia bersekolah, SMAN 2 Lewoleba sudah berlangsung sejak Senin kemarin hingga Sabtu mendatang.

2.866 Pencaker Adu Nasib Jadi CPNS Kemenag NTT

Ditemui di Ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lembata, Selasa (3/12/2019), MRS masih terlihat lemah. Dia mengeluhkan sakit di bagian wajah dan hidungnya.

Sementara itu, ayah korban Mahmud Doni membenarkan kalau anaknya tidak bisa mengikuti ujian semester karena masih sakit.

"Nanti baru urus kemudian (ujian semester). Hidung dan kepalanya masih sakit. Tadi malam saja dia tidak bisa tidur. Badannya masih sakit. Dia susah tidur," ungkap Mahmud.

Tak Temui Bupati TTU, Masa Aksi GMNI Serahkan Pernyataan Sikap Kepada Kasat Pol PP

Sedangkan, Ketua LSM Peduli Perempuan dan Anak Lembata (Permata), Maria Loka yang mendampingi korban saat pemeriksaan menuturkan pihaknya sudah mengirim surat permohonan ke sekolah agar korban mengikuti ujian susulan karena masih menderita sakit.

Maria menyebutkan kondisi fisik dan mental korban memang masih terganggu setelah mengalami penganiayaan pada Kamis (28/11/2019) malam.

"Korban memang tidak bisa ke sekolah dan ikut ujian karena masih sakit," tuturnya.
Unit PPA Polres Lembata masih mengambil keterangan tambahan dari korban dan beberapa saksi.

Dari informasi yang dihimpun, polisi juga sudah turun ke lokasi kejadian dan mengumpulkan barang bukti. Surat panggilan pemeriksaan kepada pelaku penganiayaan juga sudah diberikan.

Halaman
12
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved