Banyak Kasus Korupsi Tak Kunjung Diselesaikan, MP3K Serahkan Petisi ke Kejari TTU

Mereka mendatangi kantor itu untuk menyerahkan petisi yang berisi sejumlah kasus korupsi yang ditangani oleh Kejari TTU

POS KUPANG/THOMAS MBENU NULANGI
Sejumlah masyarakat melakukan diskusi dengan Kasie Intel Kejari TTU, Mario Situmeang di Kantor Kejari setempat, Senin (2/12/2019) 

Banyak Kasus Korupsi Tak Kunjung Diselesaikan, MP3K Serahkan Petisi ke Kejari TTU

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Sejumlah orang yang menamakan dirinya sebagai Masyarakat Peduli Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (MP3K) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat pada, Senin (2/12/2019).

Mereka mendatangi kantor itu untuk menyerahkan petisi yang berisi sejumlah kasus korupsi yang ditangani oleh Kejari TTU. Namun sampai dengan saat ini beberapa kasus korupsi tersebut belum diselesaikan.

Koordinator MP3K TTU Viktor Manbait mengatakan, sejak 2015, Kejari TTU menangani sejumlah kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) bernilai milyaran rupiah. Namun penangan terhadap kasus korupsi tersebut terkesan pilih buluh dan diskriminatif.

Viktor membeberkan beberapa kasus dugaan TPK yang ditangani oleh Kejari TTU seperti tujuh paket pekerjaan jalan perbatasan dengan total anggaran hampir Rp. 12 miliar.

Menurutnya, kasus tersebut sudah ditetapkan para tersangkanya oleh kejaksaan, tetapi kejaksaan hanya melanjutkan proses hukum ke pengadilan tiga paket jalan perbatasan saja, sementra empat paket jalan perbatasan lainnya belum di lanjutkan penanganan hukumnya ke pengadilan.

"Bahkan dari tiga paket jalan perbatasan yang sudah berkekuatan hukum tetap, kejaksaan tidak dan atau belum mengesekusi dua orang terpidanya hingga tahun 2019 ini," ujarnya.

Victor menambahkan, sejak tahun 2018 lalu, atas laporan masyarakat setempat, Kejari TTU juga telah melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus TPK pengadaan alat kesehatan (Alkes) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu tahun anggaran 2015 senilai Rp. 11 miliar lebih.

Selain itu, tambah Victor, Kejari TTU juga telah melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus pekerjaan jalan dalam Kota Kefamemanu senilai Rp. 10 miliar lebih.

Dalam kesimpulannya, ungkap Victor, terjadi perbuatan melwan hukum mulai dari tahap penentuan pemenang tender, lalu pelaksana proyek, dan evaluasi pekerjaan serta rusaknya proyek jalan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved