Berita Lifestyle

dr. Frisky Ronald Tua: Sikka Siap Perangi TB Resisten Obat

Tuberkolosis (TB) merupakan penyakit menular yang menjadi salah satu dari 10 penyebab angka kesakitan utama.

dr. Frisky Ronald Tua: Sikka Siap Perangi TB Resisten Obat
pos kupang
Tuberkolosis 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Tuberkolosis (TB) merupakan penyakit menular yang menjadi salah satu dari 10 penyebab angka kesakitan utama yang menyebabkan kematian di seluruh dunia dan masih menempati peringkat di atas HIV/AIDS.

Penyakit ini disebabkan oleh kuman basil Mycobacterium Tuberculosis, yang ditularkan ketika seorang penderita TB mengeluarkan bakteri tersebut ke udara, misalnya melalui batuk.

Dr. Robert Koch merupakan penemu bakteri ini pada tahun 24 Maret 1882, yakni setelah ribuan tahun penyakit ini sudah menjangkiti populasi dunia yang diduga sejak jaman Raja Firaun 3700 tahun sebelum masehi melalui penemuan arkeolog di Mesir. Umumnya bakteri ini menginfeksi paru-paru (TB Paru) namun dapat juga menginfeksi bagian atau organ tubuh lain (TB Ekstra Paru).

Mengenal Tipe Sakit Kepala, Pahami Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Penyakit ini dapat diderita oleh siapapun dan dimanapun, namun sekitar 90% penderita TB berusia dewasa dengan rasio laki-laki : wanita ialah 2:1, dengan variasi penderita antar negara sekitar kurang dari 50 hingga lebih dari 5000 penderita dari 1 juta populasi per tahun. Sekitar 90% kasus yang ditemukan setiap tahun berada di 30 negara penderita TB teratas. Pada tahun 2018, diperkirakan 10 juta orang menderita TB (berkisar 9.0 -11.1 juta penderita) di seluruh dunia. Kematian akibat TB diantara penderita tanpa HIV pada tahun 2018 diperkirakan sekitar 1.2 juta kasus (penurunan kasus 27% dari 1.7 juta kasus pada tahun 2000), dan tambahan sekitar 251.000 kematian pada penderita HIV (penurunan kasus 605 dari 620.000 kasus pada tahun 2000).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, World Health Organization) mengeluarkan laporan TB dunia setiap tahun sejak 1997. Tujuannya untuk menyediakan penilaian komprehensif dan terbaru mengenai epidemi TB dan perkembangan terkait respon epidemi, di level dunia, regional, dan negara sebagai konteks dari komitmen dan strategi global.

Pada tahun 2014 dan 2015, seluruh anggota World Health Organization (WHO) dan United Nations (UN) berkomitmen untuk mengakhiri epidemi TB.

Mereka bersepakat menyetujui
Strategi Mengakhiri TB WHO (WHO's End TB Strategy) di World Health Assembly pada bulan Mei 2014, dan dengan mengadopsi Sustainable Development Goals (SDGs) pada September 2015. SDG menargetkan mengakhiri epidemi TB pada 2030. End TB Strategy menyatakan pencapaian 2020 dan 2025 serta mentargetkan 2030 dan 2035 untuk pengurangan kasus dan kematian akibat TB. Pencapaian tahun 2020 diharapkan mencapai penurunan 35% angka kematian akibat TB dan penurunan 20% angka insidensi TB.

Target tahun 2030 ialah Penurunan (90% angka kematian TB dan penurunan 80% insidensi kasus TB (kasus baru per 100.000 populasi per tahun) dibandingkan dengan tahun 2015. Target ini dibentuk dengan slogan WHO "Temukan. Obati. Semua. #AkhiriTB"

Waspada,13 Kebiasaan Sepele Ini Berbahaya bagi Kesehatan, Nomor 6 Akibatnya paling Fatal

Situasi TB di Indonesia pada tahun 2018 dilaporkan terdapat 842.000 estimasi insiden, dengan notifikasi kasus TB sekitar 514.773 kasus (61%), kasus hilang sekitar 39% kasus, angka keberhasilan pengobatan sekitar 80%, angka TB dengan resistensi obat (TB RO) yang memulai pengobatan sekitar 4.400 kasus, dan TB pada penderita HIV sekitar 9860 kasus. Indonesia saat ini menempati peringkat ke-3 terbanyak di dunia setelah India dan Cina, yakni sekitar 13% dari seluruh kasus TB di dunia.

Baru sekitar 68% kasus TB yang dilaporkan, sedangkan 32% lainnya masih under reporting.

Halaman
123
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved