Yulius Umbu Hungar Sebut Pantai Utara Flores Rentan Terjadi Penyelundupan, Simak Penjelasannya

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende, drh. Yulius Umbu Hunggar, menyebutkan, pemerintah daerah bersama stakeholder lainnya

Yulius Umbu Hungar Sebut Pantai Utara Flores Rentan Terjadi Penyelundupan, Simak Penjelasannya
Pos-Kupang.Com/Gordi Donofan
Suasana saat kegiatan sosialisasi di Aula Hotel Pepita Mbay, Kamis (28/11/2019).   4 Lampiran 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY --Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende, drh. Yulius Umbu Hunggar, menyebutkan, pemerintah daerah bersama stakeholder lainnya harus bersinergis melakukan pengawasan untuk mencegah terjadinya penyelundupan.

"Kita harus sinergi membangun daerah Nagekeo dan juga daerah lainnya se daratan Flores.
Potensi Flores sangat luar biasa. Ternak potong dan hasil bumi kita yang luar biasa. Jangan sampai dieskplotitasi berlebihan. Pantai utara kita wilayah yang rentan penyeludupan dan kapal bisa bersadar dimana saja. Sumber daya alam yang kita miliki harus dijaga. Karantina sendiri sangat terbatas dan petugas hanya dua orang. Maka kita perlu sinergisitas," tegas drh. Yulius, saat acara sosialisasi Sinergitas Pengawasan Karantina Pertanian Wilayah Flores- Lembata di Aula Hotel Pepita Mbay, Kamis (28/11/2019).

Sinergitas ini, kata drh. Yulius perlu dengan dukungan kuat dari daerah setempat. Daerah kita sangat kaya akan potensi alam dan juga setiap daerah memiliki potensi unggulan.

"Perlu kebijakan daerah dengan potensi yang ada. Sehingga populasi tidak menurun dan upaya penyeludupan sapi betina, sering dikirim pada malam hari.
Di Sulawei kurang respon. Kalau dilakukan terus (penyeludupan) populasi sapi kita akan kurang. Kadang 100 ekor sapi betina semuanya. Kita harus berkoordinasi untuk itu mencegah penyeludupan," ujarnya.

Ia mengatakan untuk harus bersinergi dengan semua stakeholder seperti pihak TNI dan juga Kepolisian setempat serta stakeholder lainnya.

Sementara itu, Ketua panitia kegiatan, Andreas Dewa, menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah mencegah penyebaran HPHK (Hama Penyakit Hewan Karantina) dan OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina) di Wilayah Flores dan Lembata.

Meningkatkan perekonomian masyarakat, meningkatkan daya saing komoditas pertanian indonesia di pasar global dan mencegah penyelundupan terhadap Hewan dan Tumbuhan yang dilindungi.

Andreas menjelaskan sesuai dengan UU No. 16 tahun 1992 tentang Tugas pokok karantina adalah melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan tumbuhan serta pengawasan keamanan hayati, hewani dan nabati.

Fungsi karantina dapat dikatakan sangat strategis yaitu menyusun rencana, evaluasi dan pelaporan, melaksanakan pemeriksaan, pengasingan, pengatan, perlakuan, penahanan, penolakan, pemusnahan dan pembebasan media pembawa hama dan penyakit hewan karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan(OPTK).

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved