Kampanye Germas di Manggarai Melalui Jalan Sehat 'Goyang' Kota Ruteng di Pagi Hari

Kampanye gerakkan masyarakat hidup sehat (Germas) di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan Manggarai 'Go

Kampanye Germas di Manggarai Melalui Jalan Sehat 'Goyang' Kota Ruteng di Pagi Hari
Pos Kupang.com/Aris Ninu
Kegiatan Germas dan Hari Kesehatan Nasional di Manggarai 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-RUTENG-Kampanye gerakkan masyarakat hidup sehat (Germas) di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan Manggarai 'Goyang' Ruteng nelalui aksi jalan sehat yang dilepas Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H, M.H, Jumat (29/11/2019) pagi.

Peserta jalan sehat sebanyak 1.000 orang ini sambil jalan sehat mengkampanyekan hidup sehat kepada masyarakat Manggarai.

Diiringgi Marching Band peserta jalan sehat 'Menggoyang' dan meramaikan Kota Ruteng di pagi hari sebelum matahari terbit.

Semua peserta jalan menggenakan baju Germas ketika melintas di rute jalan sehat di Kota Ruteng.

Kadis Kesehatan Manggarai, dr. Yulianus Weng dalam laporannya kepada POS-KUPANG.COM di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Jumat (29/11/2019) pagi menjelaskan, kegiatan Germas yang dilaksanakan Dinkes NTT dan Manggarai dilatarbelakangi Indonesia sebagal salah satu negara berkembang mengalami perubahan pola penyakit daripenyakit menular menjadi penyakit tidak menular.

"Perubahan pola penyakit ini disebabkan karena berubahnya perilaku manusia. Pada Era tahun 1990 dari penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular sepeerti infeksi saluran pernapasan atas, TBC, diare. Namun sejak Tahun 2010, penyakit terbesar penyebab kesakitan dan kematian adalah penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, diabetes, dan lain-lain.

Penyakit tdak menular tidak hanya menyerang usia tua namun sudah bergeser ke usia muda terjadi di semua kalangan kaya dan miskin, tinggal di kota maupun di desa. Kecenderungan kesakitan dan kematian akibat PTM menyebabkan beban biaya kesehatan semakin tinggi karena penanganannya membutuhkan biaya yang sangat besar dan memerlukan teknologi tinggi.

Biaya untık pengobatan PTM yang sangat besar dapat menyebabkan defisit JRN dan kemiskinan atau pengeluaran katastropik. Selain iu, kecacatan dan kematian yang disebabkan oleh kasus PTM Juga menyebabkan hilangnya potensi/modal sumber daya manusia dan menurunnya produktivitas yang pada akhirnya akan mempengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi.Meningkatnya PTM berkaitan dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin maju, informasi dan transportasi," papar Kadis Weng.

Ia mengungkapkan, faktor resiko penyebab penyakit tidak menular (PTM) yang terkait dengan berubahnya gaya hidup masyarakat diantaranya adalah penduduk kurang beraktivitas fisik, banyak menghabiskan waktu dengan menonton TV, bermain game dan terlalu lama di depan komputer.

Halaman
123
Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved