Sidang Peninjauan Setempat Bangunan NTT Fair, Saksi Ahli PNK Ungkap Penghitungan Teknis Bermasalah

Saksi ahli yang dihadirkan penuntut umum dalam sidang Peninjauan Setempat (PS) perkara korupsi proyek pembagunan kawasan

Sidang Peninjauan Setempat Bangunan NTT Fair, Saksi Ahli PNK Ungkap Penghitungan Teknis Bermasalah
POS KUPANG/RYAM NONG
Ketua Majelis Hakim Dju Djonson Mira Mangngi memimpin sidang Peninjauan Setempat (PS) pada bangunan NTT Fair yang menghadirkan ahli teknik dari PNK pada Rabu (27/11/2019) siang. 

Sidang Peninjauan Setempat (PS) Bangunan NTT Fair, Saksi Ahli PNK Ungkap Penghitungan Teknis Bangunan Bermasalah

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Saksi ahli yang dihadirkan penuntut umum dalam sidang Peninjauan Setempat (PS) perkara korupsi proyek pembagunan kawasan pameran NTT Fair mengungkap penghitungan teknis yang dilakukan pada bangunan yang bernilai Rp 29 miliar tersebut.

Dalam sidang yang digelar di lokasi bangunan gedung NTT Fair pada Rabu (27/11/2019) siang, Dr, Ir Marsinta Simamora, MT dari Politeknik Negeri Kupang (PNK) mengungkapkan bahwa berdasarkan perhitungan teknis yang dilakukan pihaknya, presentasi fisik pekerjaan gedung NTT Fair hanya mencapai 54.84 persen saja.

Perhitungan tersebut, ungkapnya, telah disederhanakan dari laporan realisasi pekerjaan dimana oleh pihak kontraktor dan PPK menyebut bahwa volume akhir pekerjaan mencapai 70 persen.

Perhitungan tersebut, lanjut ahli teknik PNK itu dilakukan dengan menilai eksisting luar bangunan yang terletak di wilayah Bimoku Kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang, NTT. Dan oleh pihaknya, menyatakan bahwa prosentase fisik hanya 54.84 persen saja.

"Kita hitung berdasarkan eksisting luar bangunan yang telah berdiri," ungkap Marshinta.

Dalam sidang lapangan yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Dju Johnson Mira Mangngi, SH., MH yang didampingi Ari Prabowo, SH dan Ali Muhtarom, SH., MH tersebut, dilakukan pemantauan di tiga titik bangunan.

Titik pertama di bagian dalam bangunan lantai dasar untuk melihat pekerjaan lantai dan pemasangan keramik, titik kedua di lantai dua bangunan untuk melihat konstruksi lantai dua dan titik ketiga di bagian luar bangunan, tepatnya di pondasi dan tembok sisi barat pintu utama.

Menurut Marshinta, tim ahli teknik melakukan perhitungan teknis bangunan sesuai dengan kapasitas teknis yang dimiliki. Ia juga mengatakan bahwa tim teknis tidak menghitung bagian dalam bangunan tersebut karena penghitungan eksisting telah mencakup keseluruhan bangunan.

Hasil perhitungan teknis yang berbasis pada fakta lapangan tersebut juga jelasnya telah ditandatangani oleh tim teknis bersama manajer proyek Widianto, konsultan pengawas Frengky Kaki Soru dan PPK Dona Febiola Tho.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved