Hakim Minta Lebu Raya Perhatikan Terdakwa Linda Ludianto secara Seksama

Hakim ketua dalam siang perkara korupsi NTT Fair meminta Frans Lebu Raya untuk memperhatikan terdakwa Linda Ludianto secara seksama.

Hakim Minta Lebu Raya Perhatikan Terdakwa Linda Ludianto secara Seksama
POS KUPANG/RYAN NONG
Sidang yang berlangsung pada Selasa (26/11/2019) siang di Pengadilan Tipikor Kupan 

Hakim Minta Lebu Raya Perhatikan Terdakwa Linda Ludianto secara Seksama

POS-KUPANG.COM | KUPANG --- Hakim ketua dalam siang perkara korupsi NTT Fair meminta Frans Lebu Raya untuk memperhatikan terdakwa Linda Ludianto secara seksama.

Dalam sidang yang berlangsung pada Selasa (26/11/2019) siang di Pengadilan Tipikor Kupang, ketua majelis hakim Fransiska Dari Paulina Nino, SH meminta mantan Gubernur NTT itu untuk melihat ke terdakwa Linda Ludianto yang duduk di sisi kanan ruang sidang, di tempat duduk kuasa hukum.

Saat itu hakim Paula meminta Lebu Raya yang bersaksi untuk ketiga kalinya itu untuk memperhatikan Linda dengan seksama, selama beberapa saat.

Saat itu, Lebu Raya lalu memalingkan wajahnya ke arah kanan dan memandang kuasa direktur PT Cipta Eka Puri yang menjadi pelaksana proyek NTT Fair itu yang didampingi dua kuasa hukumnya, Sumarsono SH dan Edi Makandolu SH.

Sekira lebih dari dua menit Lebu Raya memperhatikan Linda hingga ditanya kembali oleh hakim.

Ketika kembali ditanya hakim, ia kemudian mengaku pernah ditemui Linda di ruangan kerjanya. Saat itu Linda datang untuk membicarakan masalah tanah pada proyek perumahan yang bermasalah. Namun pembicaraan itu berlangsung singkat karena ia mengarahkan untuk bertemu sekda.

Dalam sidang tersebut Lebu Raya kembali membantah soal aliran fee dari proyek pembangunan kawasan NTT Fair yang beberapa kali disebut menuju dirinya. Aliran fee tersebut diungkapkan sebelumnya oleh terdakwa Yuli Afra yang merupakan kuasa pengguna anggaran dari proyek yang bernilai 29 miliar itu.

Aliran fee disebut menuju mantan orang nomor satu NTT sebesar 2,5 persen, 3 persen, lima persen hingga 6 persen.

"Bapak hakim, saya tidak pernah meminta fee, " ungkap Lebu Raya ketika ditanya anggota majelis hakim.

Politisi PDIP itu menegaskan bahwa ia tidak pernah meminta fee maupun menerima fee dari Yuli Afra yang saat itu menjabat Kepala Dinas PRKP Provinsi NTT terkait proyek NTT Fair.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved