Ahli Waris Keturunan Betty Bako Konai, Mengaku Pemilik Sah Tanah Kali mati Bimoku hingga Kali Liliba

-Perkara kepemilihan lahan tanah antara keluarga Konai dari Kali mati Bimoku hingga Kali Mati Liliba, Kota Kupang diklaim ahli waris keturunan Betty B

Ahli Waris Keturunan Betty Bako Konai, Mengaku Pemilik Sah Tanah Kali mati Bimoku hingga Kali Liliba
foto : Dok. Keluarga Turunan Betty Bako Konai
Para ahli waris keturunan Betty Bako Konai berfoto bersama saat mendatangi Kantor Gubernur NTT, Rabu (26/11/2019). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I KUPANG--Perkara kepemilihan lahan tanah antara keluarga Konai dari Kali mati Bimoku hingga Kali Mati Liliba, Kota Kupang diklaim ahli waris keturunan Betty Bako Konai sebagai pemilik sah.

Ahli waris  keturunan Betty Bako Konai mengaku bahwa secara keseluruhan tanah hak milik mereka sekitar 418 hektar. Khusus lahan tanah dari Kali mati Bimoku hingga Kali Mati Liliba, Kota Kupang,  seluas 91 hektar, sudah dimenangkan dalam perkara sesuai Putusan Perdata Mahkamah Agung (MA) nomor : Reg 3171K/PDT/1990 tanggal 30 Mei 1996. Serta Putusan MA nomor : 828K/Pid/2016 tanggal 6 Juli 2017. Hasil Musyawarah MA tanggal 31 Agustus 2016 dan tanah ini dalam pengawasan Advokad Manotona Laia, S.H dan rekan-rekan.

Ely Melek Suta Konai, selaku Juru bicara Perwakilan Keluarga Turunan Betty Bako Konai, menyampaikan hal ini kepada wartawan di Kupang, Rabu (27/11/2019). Turut hadir mendampingi Ely, puluhan utusan perwakilan keluarga turunan Betty Bako Konai.

Minta Bebaskan Tebusan Rp 8 Miliar, Lihat 3 Nelayan Indonesia yang Diculik Kelompok Abu Sayyaf

Ely mengungkapkan, perkara tanah antar keluarga Konai ini memang sudah cukup lama sejak tahun 1951. Proses persidangan terus berjalan dan saat ini sudah ada kepastian hukum melalui Putusan MA dimana kepemilikan sah adalah  ahli waris keturunan Betty Bako Konai.

Bukti putusan MA yang menyatakan hak kepemilikan keturunan Betty Bako Konai ada lengkap dipegangnya. Dirinya menyebut bahwa bukti itu berdasarkan Putusan Perdata Mahkamah Agung (MA) nomor : Reg 3171K/PDT/1990 tanggal 30 Mei 1996. Serta Putusan MA nomor : 828K/Pid/2016 tanggal 6 Juli 2017. Hasil Musyawarah MA tanggal 31 Agustus 2016 dan tanah ini dalam pengawasan Advokad Manotona Laia, S.H dan rekan-rekan.

Sepakat Berhenti Bawa Tuhan dan Agama, PERTEMUAN BERSEJARAH antara Pimpinan Gereja dan Dunia Arab

Dijelaskan Ely bahwa luas keseluruhan lahan tanah milik ahli waris keturunan Betty Bako Konai terbentang dari Kali mati Bimoku hingga Kali Mati Liliba ditambah beberapa titik lain dengan total luas sekitar 418 hektar.

"Lahan tanah dari Kali mati Bimoku-Kali Liliba sekitar 91 hektar. Jadi kami bicara ini bukan asal-asal tapi ini menjadi hak milik keturunan Betty Bako Konai.  Ada ratusan keturunan kami dan mereka percayakan saya sebagai perwakilan untuk menyampaikan hal ini," ujar Ely.

Soal lahan yang ada sudah dijual pihak lain,Ely mengatakan, pihaknya tidak mengetahuinya oknum siapa yang menjual mengatasnamakan keluarga Konai. Tetapi dirinya berharap bagi mereka yang sudah membeli tanah di atas lahan tersebut, diharapkan bisa mendapatkan penjelasan yang benar padanya.

"Harapan saya, warga saat beli tanah jangan cepat tergiur, karena lahan ini sedang berperkara selama ini sejak tahun 1951. Cari tahu dulu kepemilikannya pada Turunan Betty Bako Konai. Karena  bnyak yang gunakan Konai lalu jual di atas jual," tambah Ely.

Halaman
12
Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved