Siswi SMP di TTU Diduga Disetubuhi

Pelaku Persetubuhan Anak Dibawah Umur di TTU Diancam 15 Tahun Penjara

Pelaku Persetubuhan anak dibawah umur di Kabupaten TTU Diancam 15 Tahun Penjara

Pelaku Persetubuhan Anak Dibawah Umur di TTU Diancam 15 Tahun Penjara
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kasat Reskrim Polres TTU AKP. Tatang Prajitno Panjaitan 

Pelaku Persetubuhan anak dibawah umur di Kabupaten TTU Diancam 15 Tahun Penjara

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Kasat Reskrim Polres TTU AKP Tatang Prajitno Panjaitan mengungkapkan, bahwa pelaku persetubuhan anak dibawah umur di Kecamatan Mutis diancam dengan pidana penjara minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Selain dikenakan sangsi pidana penjara, jelas Tatang kepada pelaku persetubuhan anak dibawah umur juga dikenakan denda paling banyak Rp. 5 Miliar.

Pengiriman Berkas Lamaran CPNS Posindo Kupang Raup Omzet Ratusan Juta

"Jadi kepada pelaku dikenakan ancaman sangsi pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara dan denda sebanyak Rp. 5 miliar," ungkap Tatang kepada Pos Kupang melalui sambungan telepon, Selasa (26/11/2019).

Dijelaskanya, ancaman sangsi pidana penjara itu sudah sesuai dengan pasal 76 E Undang undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Ayo Indonesia Selenggarakan Pelatihan Pelayanan Kesehatan Ramah Disabilitas di Cancar

Diberitakan sebelumnya, salah seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) kembali menjadi korban pemerkosaan.

Kali ini, yang menjadi korban pemerkosaan yakni seorang siswi yang berumur 14 tahun berinisial AA. Korban AA diperkosa oleh pelaku berinisial YOT.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, bahwa, pada Minggu, (24/11/2019) sekira pukul 22:00 Wita pelaku datang ke rumah korban.

Tiba di rumah korban yang merupakan salah satu warga dari Kecamatan Musi, Kabupaten TTU itu, pelaku kemudian mengajak korban ke rumahnya.

Tanpa pikir panjang, saat itu juga, korban mengiyakan ajakan pelaku. Keduanya sepakat untuk menuju ke rumah pelaku.

Setiba dirumah, pelaku kemudian membujuk korban agar menginap dirumahnya. Atas ajakan pelaku itu, korban akhirnya mengiyakan ajakan pelaku.

Selanjutnya, pelaku lalu melancarkan aksinya dengan menyetubuhi korban. Akibatnya, korban mengalami luka sobek pada bagian kemaluannya.

Atas kejadian tersebut, korban mendatangi Mapolres TTU untuk melaporkan kasus tersebut guna di proses sesuai aturan hukum yang berlaku. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved