Pekikan Shalawat Pemuda Muslim Warnai Pembukaan Pesparani Katolik di Lembata

Sehari sebelumnya, ratusan umat Muslim juga memberikan dukungan bagi Pesparani melalui kegiatan “antar dulang”.

Pekikan Shalawat Pemuda Muslim Warnai Pembukaan Pesparani Katolik di Lembata
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Sesama umat Islam yang terhimpun dalam Majelis Taklim, ikut mengambil bagian dalam Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Umat Katolik di Kabupaten Lembata tahun 2019. Tampak ibu-ibu Majelis Taklim datang mengantar dulang untuk menyukseskan acara tersebut di Rumah Pastor Dekenat Lembata, Minggu (24/11/2019) petang. 

Pekikan Shalawat Pemuda Muslim Warnai Pembukaan Pesparani Katolik di Lembata

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Pekikan Shalawat dari pemuda muslim Nubatukan kabupaten Lembata mewarnai acara pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) II Katolik tingkat kabupaten Lembata yang digelar di Aula Dekenat Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Senin (25/11/2019).

Kelompok Pemuda Muslim Kecamatan Nubatukan itu tampil disaksikan oleh ribuan orang yang berasal dari 16 kontingen atau perwakilan paroki yang mengikuti kegiatan yang digelar dari 25-28 November 2019.

Salah seorang Kaum Muda Muslim Fauziah Rahmawati mengatakan, pemuda muslim terlibat dalam mensukseskan Pesparani II Kabupaten Lembata, salah satunya dengan mengisi acara pada pembukaan Pesparani dengan bershalawat dengan yang berjudul Deen Assalam yang menggambarkan toleransi dan perdamaian.

“Shalawat menceritakan seluruh bumi ini akan terasa sempit jika kita hidup tanpa toleransi namun jika hidup dengan perasaan cinta meski bumi sempit kita kan bahagia melalui perlaku mulia dan damai sebarkanlah ucapan yang manis hiasi dunia dengan sikap yang hormat dengan cinta dan senyuman sebarkanlah diantara insan”, ungkap Fauziah.

Fauzia Rahmawati mengaku sangat senang dan bangga ketika dilibatkan dalam kegiatan Pesparani ini.

Sehari sebelumnya, ratusan umat Muslim juga memberikan dukungan bagi Pesparani melalui kegiatan “antar dulang”.

“Melihat situasi kemarin sampai saat ini, Semoga tetap memberikan warna dan kenyamanan dalam kehidupan antar sesama,” ungkap Auzia.

Ia berharap kehadiran umat Muslim pada kegiatan ini dapat memberi dorongan dan kerja sama baik orangtua maupun generasi muda yang ada di Lembata dan tetap bersatu dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Selain itu mereka juga menyumbangkan 1.700 dos snack yang merupakan kontribusi ibu – ibu Majelis Taqlim dari sembilan masjid di Kecamatan Nubatukan serta beberapa paguyuban Muslim yang ada di sekitar Kota Lewoleba.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Lembata, Haji Ishak Sulaiman mengatakan, melalui peristiwa ini Lembata ingin menunjukkan kepada dunia bahwa toleransi, kerjasama dan hubungan harmonis antar umat beragama sedang dibangun.

Pasar Waimangura Semrawut, Ini Tanggapan Bupati Sumba Barat Daya dr. Kornelius Kodi Mete

Dua SMPN Akan Bangun di Kecamatan Komodo dan Welak Manggarai Barat, Ini Penjelasan Kadis PKO

“Bahwa kerjasama dan kehidupan yang harmonis itu tidak hanya pada tataran tokoh agama saja, tetapi sampai kepada umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat di tengah dialektika dan topik toleransi yang berkembang saat ini,” kata Haji Ishak. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RIicko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved